Asosiasi Nelayan Dampo Awang Bangkit Saingan HNSI?

Sabtu, 9 Mei 2015 | 17:06 WIB
Atribut Asosiasi Nelayan Dampo Awang Bangkit. (Foto: Pujianto)

Atribut Asosiasi Nelayan Dampo Awang Bangkit. (Foto: Pujianto)

 
REMBANG, mataairradio.com – Para nelayan termasuk pemodal, pengurus, dan pemilik kapal serta kuli bongkar di Kabupaten Rembang kini membentuk Asosiasi Nelayan Dampo Awang Bangkit.

Deklarasi asosiasi tersebut dilakukan di Lapangan Pabean Desa Tasikagung-Rembang, Sabtu (9/5/2015) pagi.

Ketua asosiasi Suyoto menolak anggapan yang menyebut pembentukan organisasi perhimpunan nelayan itu untuk menyaingi HNSI atau himpunan nelayan seluruh Indonesia.

“Justru dengan adanya asosiasi itu, HNSI akan lebih enak lagi dalam membina anggotanya, sehingga mestinya senang,” katanya.

Suyoto yang merupakan tokoh nelayan cantrang di Kabupaten Rembang juga menyebutkan, gerakan pertama asosiasi adalah mengubah pola pikir nelayan dari yang tidak sadar aturan, menjadi patuh ketentuan.

“Apalagi nelayan masih sering melanggar aturan zona penangkapan ikan atau fishing ground, sehingga perlu disadarkan,” tandasnya.

Menurut Suyoto, anggota asosiasi tidak hanya nelayan kapal cantrang, tetapi juga nelayan kecil dan mini purseseine.

“Selain itu juga pengurus perbekalan, pemodal, pemilik kapal, dan tenaga kerja atau kuli bongkar yang terkait perikanan,” ujarnya.

Saat dideklarasikan, dia mengklaim sudah ada 1.000 anggota di asosiasinya.

“Soal anggota, tidak hanya nelayan dari wilayah Kecamatan Rembang, tetapi juga dari kecamatan lain di pesisir pantai kabupaten ini,” katanya.

Dia pun membantah, pembentukan asosiasi nelayan ini turut diilhami oleh konflik nelayan cantrang dengan Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti.

“Asosiasi ini dibentuk untuk menampung aspirasi nelayan, sekaligus pemersatu apabila mereka menghadapi dan untuk menanggapi serta menyelesaikan persoalan secara bersama-sama,” tegasnya.

Pihaknya berencana menerbitkan kartu tanda anggota agar organisasi tersebut tertata dengan baik.

Deklarasi Asosiasi Nelayan Dampo Awang Bangkit turut dihadiri oleh Bupati Rembang Abdul Hafidz.

Pada sambutannya, Bupati mendukung pembentukan asosiasi nelayan dan berharap agar semua persoalan yang terjadi belakangan ini, terutama terkait larangan penggunaan cantrang, bisa dipecahkan bersama.

Hafidz juga berharap agar nelayan bisa selalu mendukung kebijakan Pemerintah karena bagaimana pun tujuannya mesti baik.

Menurutnya, jika asosiasi ini dikelola dengan baik, maka seluruh komponen nelayan akan mudah diajak bersatu dalam menyelesaikan tiap persoalan.

 

Penulis: Pujianto
Editor: Pujianto

Bagikan untuk keluarga Anda!



Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Disclaimer: Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi mataairradio.com. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan