ASN hingga Pelajar Dikerahkan Tonton Karnaval Inbox

Jumat, 20 April 2018 | 18:40 WIB

Surat undangan dari Pemkab Rembang mengenai Gema Kartini 2018 yang salah satunya Karnaval Inbox SCTV di Alun-alun Rembang. (Foto: mataairradio.com)

 

REMBANG, mataairradio.com – Pemerintah Kabupaten Rembang meminta aparatur sipil negara, kepala desa, bahkan pelajar untuk menyemarakkan acara Gema Kartini 2018 salah satunya Karnaval Inbox SCTV di alun-alun setempat, Sabtu (21/4/2018) dan Ahad (22/4/2018) ini.

Permintaan Pemkab disampaikan lewat surat undangan yang diteken Sekda Rembang Subakti. Undangan diminta datang pukul 05.30 WIB dengan berseragam kebaya bagi perempuan dan kemeja batik bagi laki-laki. Absen finger print bagi ASN bahkan akan dibuka sejak pukul 05.00 WIB.

“Kami menilai pengerahan ASN, lalu kepala desa beserta istri, dan pelajar untuk menonton Karnaval Inbox yang dibalut acara Gema Kartini adalah tindakan berlebihan. Apalagi, mereka harus datang pagi buta sehingga mengorbankan keluarga; melayani suami atau anak-anak,” kata Wakil DPRD Kabupaten Rembang Bisri Cholil Laquf.

Ia juga berpendapat, memeringati Hari Kartini semestinya dilakukan dengan kegiatan yang bisa menanamkan nilai juang Raden Ayu Kartini. Namun jika dikemas dengan acara Karnaval Inbox, ia mengaku belum menemukan letak nilai juang yang hendak ditanamkan.

Acara yang mungkin dilakukan agar peringatan Hari Kartini tetap semarak dan tetap menjunjung nilai-nilai Kartini, menurutnya, adalah semacam kontes hijab dan menelusuri sejarah RA Kartini. Apalagi Kartini adalah seorang santri dari Kiai Saleh Darat dan istri Bupati Rembang.

Khusus mengenai pengerahan aparatur, kepala desa, dan pelajar secara berlebihan, pihak DPRD akan meminta penjelasan kepada Pemkab, sekaligus melakukan evaluasi bersama agar di masa mendatang, acara yang Gema Kartini bisa tetap semarak tanpa mengebiri nilai Kartini.

Terlepas dari Karnaval Inbox, Gema Kartini 2018 di Rembang diisi dengan beragam acara, termasuk fesyen batik, festival jamu, kirab, dan dialog interaktif penguatan perempuan di era global. Namun hanya Karnaval Inbox yang menyedot anggaran hingga Rp300 juta.

 

Penulis: Pujianto
Editor: Pujianto

Bagikan untuk keluarga Anda!



Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Disclaimer: Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi mataairradio.com. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan