Arena Judi Sabung Ayam Digerebek, 4 Orang Diamankan

Senin, 15 Juni 2015 | 17:28 WIB
Ilustrasi (Foto: fc08.deviantart.net)

Ilustrasi (Foto: fc08.deviantart.net)

 
SULANG, mataairradio.com – Polisi menggerebek arena judi sabung ayam di wilayah Dusun Bencili Desa Kebonagung Kecamatan Sulang, Minggu sore 14 Juni kemarin. Empat orang diamankan dari penggerebekan itu.

Menurut keterangan sumber di lokasi, polisi sempat melepaskan beberapa kali tembakan peringatan, agar para pelaku tidak kabur. Meski demikian hanya empat orang pria yang berhasil diamankan. Seorang di antaranya bahkan mengalami patah kaki setelah menceburkan diri ke sungai untuk kabur.

Dia adalah KL warga Juwana-Pati. Sementara tiga pria lainnya adalah RM warga Dresi Kulon-Kaliori, MK warga Leteh-Rembang, dan WS warga setempat. Kapolsek Sulang AKP Mohammad Mansur mengaku sempat kesulitan mendeteksi judi sabung ayam itu karena lokasinya terpencil di barat desa.

“Lokasinya di barat desa. Terpencil. Mungkin agak lama (perjudian sabung ayam) di tempat itu. Itu pelakunya banyak dari luar daerah. Ada yang dari Pati, Juwana juga kan karena yang kakinya patah dan dirawat di rumah sakit itu warga Juwana,” ungkap Kapolsek.

Kepala Desa Kebonagung Sulastari mengaku sudah sering mengingatkan agar warga tidak berjudi sabung ayam. Tetapi, yang terjadi, justru banyak warga luar daerah yang berdatangan untuk taruhan alias berjudi. Konon nilai taruhan yang terkumpul mencapai satu juta rupiah per sekali aduan.

Menurut kades, warganya rata-rata hanya melihat dan menjadi buruh memandikan ayam. Seperti WS, warganya yang diamankan polisi, katanya juga hanya sekadar tukang ambil air untuk memandikan ayam.

Setelah ini, dia meminta agar desanya steril dari arena sabung ayam. Bagaimana pun, keberadaannya membebani dirinya sebagai kepala desa. Terkait WS, Senin (15/6/2015) siang sekitar pukul 13.00 WIB, Sulastari mendatangi Polres Rembang untuk meminta polisi agar warganya itu tidak ditahan.

“Kalau mengingatkan sudah sering lah. Tapi namanya orang berjudi, hari ini dikasih tahu, besoknya pindah lagi. Tapi setelah ini, semoga nggak ada lagi lah judi sabung ayam. Jadi beban pikiran juga. Ini saya mau ke Polres. Minta agar Pak Wasman tidak ditahan. Dia hanya tukang ambil air saja,” katanya.

Sementara itu, berdasarkan informasi yang dihimpun dari warga, lokasi judi sabung ayam itu sudah ada cukup lama. Polisi juga telah sering diberi informasi tetapi baru terjun melakukan penertiban pada Minggu (14/6/2015) sore itu.

Menurut warga yang enggan disebut namanya itu, perjudian berlangsung tiap hari Sabtu dan Minggu. Yang datang berjudi memang sampai luar kota seperti Blora dan Pati. Sumber itu juga mengungkapkan, sebelum dilakukan penggerebekan, arena sabung ayam itu dikerubuti oleh sekitar 30 orang.

Untuk kepentingan penyelidikan, polisi mengamankan 28 sepeda motor dan delapan ekor ayam aduan sebagai barang bukti. Operasi dan penertiban judi itu digelar dalam rangka cipta kondisi menjelang Ramadhan.

 

Penulis: Pujianto
Editor: Pujianto

Bagikan untuk keluarga Anda!



Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Disclaimer: Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi mataairradio.com. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan