Arena Judi Kartu Digerebek, Polisi Gagal Tangkap Pelaku

Minggu, 4 Januari 2015 | 19:17 WIB
Ilustrasi kartu domino. (Foto:4.bp.blogspot.com)

Ilustrasi kartu domino. (Foto:4.bp.blogspot.com)

 
SEDAN, mataairradio.com – Polisi menggerebek arena judi kartu di Dusun Kaliwatu Desa Gandrirojo Kecamatan Sedan, Jumat (2/1/2015) sore kemarin. Para penjudi semburat kabur, setelah polisi datang untuk menyergapnya.

Namun dari lokasi perjudian, polisi hanya berhasil mengamankan satu unit sepeda motor milik salah seorang pejudi. Polisi juga mengamankan alat judi berupa kartu remi sebagai barang bukti.

Kapolsek Sedan AKP I Made Hartawan yang kemudian dikonfirmasi, justru mengaku belum mendapat kabar seputar penggerebekan arena perjudian di Kaliwatu.

“Saya belum mendapat laporan dari anggota, termasuk soal informasi sepeda motor yang diamankan,” ungkapnya.

Made menduga, saat itu mungkin ada anggotanya yang melakukan patroli rutin, sehingga para pelaku yang tahu, mengiranya razia sehingga langsung kabur.

Polisi mengendus arena perjudian ini, diduga setelah sebelumnya menerima laporan masyarakat. Warga mengaku resah atas maraknya perjudian.

Namun sayang, upaya polisi menangkap pejudi tak membuahkan hasil. Pelaku melarikan diri setelah melihat polisi datang menyergapnya.

Informasi yang dihimpun dari warga, perjudian itu sudah berlangsung lama. Pelakunya, tidak hanya warga setempat, tetapi juga dari luar daerah, sehingga dianggap kian meresahkan.

Kapolsek Sedan menyatakan, perjudian dan peredaran miras memang menjadi fokus pihaknya untuk terus ditekan.

“Tindakan pencegahan melalui patroli rutin terus kami digencarkan,” tegasnya.

Hanya saja, terhadap kasus perjudian Kaliwatu, dia tidak mengonfirmasi diamankannya satu unit sepeda motor sebagai barang bukti.

Kasatreskrim Polres Rembang Iptu Eko Adi Pramono membenarkan adanya penggerebekan, tetapi memang gagal membuahkan hasil dengan menangkap para pejudi.

“Sepeda motor itu sebagai bahan penyelidikan,” katanya.

Operasi pemberantasan perjudian dan peredaran miras akan terus digiatkannya. Mereka yang tertangkap akan diproses hukum secara tegas, dengan ancaman hukuman hingga lima tahun penjara.

 

Penulis: Pujianto
Editor: Pujianto

Bagikan untuk keluarga Anda!



Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Disclaimer: Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi mataairradio.com. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan