Apotek Stasiun Tak Sekadar Toko Obat

Wednesday, 2 April 2014 | 17:14 WIB
Suasana di Apotek Stasiun di bilangan Jalan Majapahit Nomor 51 C Rembang. (Foto:Rif)

Suasana di Apotek Stasiun di bilangan Jalan Majapahit Nomor 51 C Rembang. (Foto:Rif)

REMBANG, MataAirRadio.net – Obat sudah menjadi kebutuhan sebagian besar masyarakat. Itu sebabnya, bisnis di bidang obat-obatan nyaris tak pernah sepi pembeli. Alhasil, apotek baru bermunculan. Salah satunya Apotek Stasiun.

Adalah Tri Istiyani yang mendirikan usaha ini sejak akhir November 2009 lalu. Berbekal ilmu sebagai seorang apoteker, ditambah pengalamannya mengelola apotek selama tiga tahun di Jepara, Istiyani mulai menancapkan tekad bisnisnya mendirikan toko obat.

Istri dari Izzudin ini pun membeber perjalanan bisnis apoteknya sebelum kemudian dipercaya masyarakat sebagai toko obat andalan di Rembang. Menurut Istiyani, mengikis fanatisme atas satu obat tertentu menjadi kendala awal. Namun secara perlahan, fanatisme itu tergerus. Dengan menangani secara langsung selama dua tahun, Apotek Stasiun menjadi dipercaya.

Selama berjalan hampir lima tahun, Istiyani menyatakan usahanya semakin mendapat tempat di hati masyarakat. Karyawannya dari hanya dua orang kini menjadi lima orang. Apalagi sekarang, apoteknya tidak sekadar toko tempat meramu dan menjual obat berdasarkan resep dokter. Setahun terakhir, Apotek Stasiun mulai merambah ke penyediaan alat penunjang kesehatan.

Rumah obat di bilangan Jalan Majapahit Nomor 51 C Rembang ini, menyediakan kursi roda dan alat bantu jalan, termometer, serta urine bag dan alat penunjang kesehatan lainnya. Menurut Istiyani, penyediaaan alat-alat penunjang kesehatan dilakukan karena permintaan kebutuhan masyarakat.

Baginya, kepercayaan pelanggan memiliki harga yang tidak ternilai. Oleh karena itu, slogan apoteknya, “datang dengan keluhan, pulang dengan senyuman”, tetap diwujudkan dalam tindakan nyata pelayanan. Apotek ini juga membuka layanan 24 jam on call.

Pihak Apotek Stasiun didukung sistem dan sumber daya manusia (SDM) yang baik. Menurut Istiyani, pembinaan SDM dilakukan berkala. Selain itu, Apotek Stasiun memberi layanan tambahan, seperti cek tensi, kolesterol, dan gula darah. Menurut rencana, pengelola apotik ini mulai melirik ekspansi ke pendirian klinik. Namun masih dikaji. (Advertorial)




Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Disclaimer: Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi mataairradio.com. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan