Aplikasi PPDB Online Dikhawatirkan Bermasalah

Thursday, 8 June 2017 | 14:11 WIB

Cetak layar laman PPDB online Jawa Tengah. (Foto diambil pada Kamis 7 Juni 2017 pukul 14.05 WIB)

 

REMBANG, mataairradio.com – Aplikasi penerimaan peserta didik baru (PPDB) online dikhawatirkan bermasalah sehingga memicu persoalan baru di daerah. Aplikasi PPDB online di Jawa Tengah diluncurkan pada Rabu (7/6/2017) di rumah dinas Gubernur di Semarang.

“Ya namanya hal baru pasti menjadi hambatan atau tantangan lah bagi sekolah. Mulai dari urusan ‘test and help’, kendala akses pada web, dan keterlambatan verifikasi,” beberJupri, Ketua Musyawarah Kerja Kepala Sekolah (MKKS) SMA se-Kabupaten Rembang.

Namun ia menyatakan sudah ada sosialisasi mengenai PPDB online kepada sekolah di Balai Pengendalian Pendidikan Menengah dan Khusus (BP2MK) Wilayah II Jateng di Pati baru-baru ini sehingga kekhawatiran itu diharapkan tak terjadi atau dieliminasi jauh hari.

“Kami dari sekolah tetap optimistis dengan PPDB online. Sebab pada prinsipnya PPDB online itu guna memudahkan masyarakat. Tetapi pada tahap awal masyarakat juga mungkin bingung atau gagap,” terangnya kepada mataairradio.com, Kamis (8/7/2017) siang.

Jupri menjelaskan, meskipun PPDB online, tetap saja diperlukan verifikasi terhadap hasil pengisian formulir pendaftaran via online dari setiap calon siswa. Pendaftar bisa mengakses dari rumah sehingga tinggal meminta verifikasi atau mengakses di sekolah.

“PPDB online dibuka mulai tanggal 11-14 Juni 2017, sedangkan verifikasi pendaftaran di sekolahnya mulai tanggal 12-14 Juni 2017. Calon peserta diterima atau tidak diterima diumumkan 19 Juni 2017,” jelas Jupri yang juga seorang Kepala SMA Negeri Sulang.

Ia menambahkan, PPDB online digunakan untuk sarana masuk para lulusan SMP/MTs tahun ini atau tahun sebelumnya ke jenjang SMA/SMK. Setiap sekolah sebelumnya mengirim jumlah rombongan belajar yang disediakan, dengan porsi 32-36 siswa pada tiap rombel.

“Rombel antarsekolah ada yang beda. Kalau di SMA Negeri Sulang, satu rombel 36 siswa. Tahun ini kami buka total enam rombel, masing-masing tiga rombel IPA dan tiga rombel IPS. Di SMA 1 Rembang, satu rombelnya hanya berisi 32 siswa. Tergantung sekolah,” pungkasnya.

 

Penulis: Pujianto
Editor: Pujianto




Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Disclaimer: Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi mataairradio.com. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan