APBD Perubahan di Rembang Terancam Telat Ditetapkan

Kamis, 3 September 2015 | 21:45 WIB
Gedung DPRD Kabupaten Rembang. (Foto: Arif Bahtiar)

Gedung DPRD Kabupaten Rembang. (Foto: Arif Bahtiar)

 

REMBANG, mataairradio.com – APBD Perubahan 2015 di Kabupaten Rembang terancam terlambat ditetapkan dari waktu yang semestinya.

Menurut ketentuan, APBD Perubahan disahkan paling lambat tiga bulan sebelum tahun anggaran ini berakhir.

Sementara hingga Kamis (3/9/2015) siang, belum ada tanda-tanda pembahasan APBD-P dilakukan.

Ketua Komisi A DPRD Rembang Ilyas mengatakan, sejauh ini belum ada rapat pimpinan gabungan untuk membahas APBD Perubahan. Pihaknya tidak bisa memperkirakan kapan pembahasan dilakukan.

“Tetapi, saat ini tiap SKPD sedang merampungkan rencana kerja (renja) perubahan,” katanya kepada mataairradio.

Ilyas mengakui, APBD Perubahan mesti ditetapkan paling lambat tiga bulan sebelum tahun anggaran ini berakhir.

“Jika sampai lebih dari September, banyak pekerjaan yang bakal tidak selesai tepat waktu jika digarap, terutama untuk proyek-proyek besar,” tandasnya.

Pihak DPRD kini mengaku fokus untuk mendorong Pemkab agar APBD Perubahan segera bisa masuk pembahasan.

Komisi A berharap agar pembahasan APBD Perubahan lancar karena DPRD juga harus membahas APBD Induk 2016.

“APBD Induk mesti sudah ditetapkan pada November nanti. Yang induk ini sudah pembahasan RKUA (Rencana Kebijakan Umum Anggaran) menjadi KUA,” bebernya.

Plt Sekda Rembang Hari Susanto membenarkan, sesuai Peraturan Menteri Dalam Negeri, APBD Perubahan harus sudah ditetapkan paling telat tiga bulan sebelum tahun anggaran ini berakhir.

“Ya betul. Sesuai Permendagri seperti itu (APBD-P ditetapkan paling lambat tiga bulan sebelum tahun anggaran berakhir),” terangnya.

Menurutnya, proses APBD Perubahan segera masuk tahapan pembahasan dengan DPRD.

Dia mengaku berusaha agar proses pembahasan berjalan lancar, sehingga APBD Perubahan bisa ditetapkan sebelum 30 September nanti.

 

Penulis: Pujianto
Editor: Pujianto




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Disclaimer: Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi mataairradio.com. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan