APBD 2019 sudah akan Pakai e-Planning dan e-Budgeting

Kamis, 28 Juni 2018 | 15:59 WIB

Tampilan Sip@ndu. (Foto diambil dari layar Sip@andu Kabupaten Rembang

 

REMBANG, mataairradio.com – Penyusunan anggaran pendapatan dan belanja daerah (APBD) 2019 di Kabupaten Rembang sudah akan memakai mekanisme e-planning dan e-budgeting.

Wakil Ketua DPRD Kabupaten Rembang Gunasih mengatakan, meski pihaknya sempat ragu karena sebagian organisasi perangkat daerah belum mampu, tetapi kini persiapannya sudah klir.

“Sejak penyusunan Musrenbangdes hingga Musrenbangkab, sudah disusun sesuai dengan konsep e-planning. Saat sekarang, Pemkab tinggal mewujudkan e-budgeting,” katanya.

Begitu e-budgeting diterapkan, Pemkab tidak bisa menambah kegiatan di luar rencana kerja pemerintah daerah. Atas alasan itu pula, e-budgeting tak bisa dipakai di APBD Perubahan 2018.

Kepala Bagian Administrasi Pembangunan Setda Rembang Agus Iwan Haswanto menegaskan, e-budgeting dan e-planning dengan aplikasi Sip@andu akan diterapkan mulai tahun ini.

“Bappeda mengawal e-planning, sedangkan BPPKAD mengampu e-budgeting. Sementara kami akan mengelola Simpelbang pada pertengahan 2019 atau setelah e-budgeting berjalan,” katanya.

Simpelbang merupakan aplikasi untuk monitoring dan evaluasi. Hingga Kamis (28/6/2018) ini, baik Bappeda maupun BPPKAD, sedang menyempurnakan perangkat yang dibutuhkan.

“Dengan penerapan e-planning dan e-budgeting, maka penyelarasan program kegiatan dan tahap pengawasannya, akan menjadi lebih baik,” tandasnya.

Penerapan e-planning dan e-budgeting melalui Sip@andu di Kabupaten Rembang dikerjasamakan dengan Pemerintah Kabupaten Batang.

Aplikasinya bisa diakses melalui laman sipandu.rembangkab.go.id. Penerapan Sip@ndu ini menggantikan Simpepeda yang sebelumnya telah digunakan sejak tahun 2015.

Bappeda sudah beberapa kali menggelar pelatihan sejak Januari 2018, terutama bagi bagian tim teknis dan petugas admin pada perangkat daerah Kabupaten Rembang.

 

Penulis: Pujianto
Editor: Pujianto

Bagikan untuk keluarga Anda!



Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Disclaimer: Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi mataairradio.com. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan