Antisipasi Macet Kirab Syawalan, Polisi Rekayasa Lalu Lintas Pantura

Jumat, 22 Juni 2018 | 19:19 WIB

Puncak arus balik pada momentum Lebaran tahun 2018 ini diperkirakan jatuh pada Sabtu (23/6/2018) mendatang. (Foto: Mohammad Siroju Munir)

 

REMBANG, mataaairradio.com – Polisi akan merekayasa arus lalu lintas di Jalur Pantura Rembang Kota pada Sabtu (23/6/2018) ini guna mengantisipasi macet akibat kirab Syawalan.

Kirab akan menyusuri Jalur Pantura sejak Jembatan Karanggeneng ke arah timur, lalu sampai depan Kantor Perhutani Mantingan, belok kiri, masuk Tasikagung, dan finis.

Kasatlantas Polres Rembang AKP Roy Irawan mengatakan, rekayasa lalu lintas akan dilakukan di antaranya dengan menggunakan hanya dua lajur dari empat lajur di Jalur Pantura.

“Hanya dua lajur di sisi utara yang akan dipakai untuk lintasan kirab, sedangkan dua lajur di sisi selatan disediakan untuk kendaraan yang melintas menuju Surabaya,” katanya.

Sementara, kendaraan dari arah Surabaya yang hendak menuju Semarang, akan dialihkan melalui jalur dalam, sejak dari SMP Negeri 3 Rembang, Jalan Soetomo, lalu tembus Karanggeneng.

“Jika masih sangat padat, maka arus lalu lintas akan dialihkan lewat Jalur Lingkar Tireman-Galonan-Pentungan. Kendaraan muatan berat diimbau parkir dulu sejak pukul 08.00-13.00,” tegasnya.

Kasatlantas menolak asumsi kemacetan di Jalur Pantura Rembang Kota pada Sabtu 23 Juni ini. Ia menyebut, kemungkinan arus lalu lintas akan tersendat saja. Itu pun polisi siap mengurai.

“Hingga 200 orang personel polisi akan disiagakan untuk mengamankan kirab Syawalan. Mereka tersebar di Jalur Pantura dan di penggal jalan seperti pertigaan dan perempatan rawan kemacetan,” katanya.

Roy menyatakan, pihaknya akan menggunakan pagar betis, barikade, bambu, dan beberapa alat lainnya untuk mengamankan tradisi tahunan ini.

Soal benturan kirab dengan puncak arus balik Lebaran yang diperkirakan terjadi juga pada Sabtu ini, Kasatlantas menyatakan tidak terlalu risau.

“Tingkat kepadatan akibat arus balik sudah banyak tertekan oleh jalur tol, sedangkan di tingkat lokal, wisawatan Syawalan sudah sebagian datang Jumat (22/6/2018) ini,” katanya.

Sebelumnya, kirab Syawalan sempat diagendakan digelar pada Jumat 22 Juni 2018. Namun karena waktunya mepet lantaran bareng dengan ibadah Salat Jumat, maka kirab diundur sehari.

 

Penulis: Mohammad Siroju Munir
Editor: Pujianto

Bagikan untuk keluarga Anda!



Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Disclaimer: Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi mataairradio.com. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan