Antisipasi Bencana, PMI Jateng Gelar Latgab Di Trenggulunan

Sabtu, 31 Agustus 2019 | 15:57 WIB

Palang Merah Indonesia (PMI) Jawa tengah menggelar latihan gabungan (Latgab) di Desa Trenggulunan Kecamatan Pancur 30 Agustus sampai 1 September 2019. (Foto: mataairradio.com)

PANCUR, mataairradio.com – Banyaknya bencana alam yang terjadi baik di musim kemarau atau pun musim penghujan mendorong Palang Merah Indonesia (PMI) Jawa tengah menggelar latihan gabungan (Latgab). Acara ini diikuti oleh 130 peserta yang terdiri dari masing-masing 10 peserta yang dikirim oleh 11 kabupaten dan juga 20 pelatih dan narasumber.

Latgab yang rencananya digelar selama tiga hari ini mulai 30 Agustus sampai 1 September 2019 ini dipusatkan di Desa Trenggulunan Kecamatan Pancur yang lokasinya berada di daerah pegunungan dan rawan longsor.

Shofi Ahmad Husnan peserta sekaligus panitia lokal dari PMI Kabupaten Rembang mengaku bahwa kegiatan ini sangat bermanfaat karena selain mengingat kembali (refresh) materi juga sebagai ajang silaturahmi antar relawan di sebelas kabupaten. Pasalnya saat di Trenggulunan masing-masing kelompok di bagi sedemikian rupa sehingga peserta dari kabupaten satu berkumpul dengan peserta dari kabupaten lain.

Untuk penginapan selama bermalam pihak panitia bekerjasama dengan penduduk setempat, dan kelompok-kelompok yang sudah terbagi menginap di rumah milik warga.

“Kita bisa saling mengenal relawan di kabupaten lain, sehingga keakraban semakin terjalin,” ungkapnya.

Shofi menambahkan selama kegiatan berlangsung, para relawan dibekali dengan materi yang sangat menunjang misalnya tentang pertolongan pertama, siap siaga bencana, hingga penyelamatan.

“Sebagai peserta saya mendapatkan tambah ilmu, dan juga tambah kawan. Jika ada bencana di suatu tempat maka hal paling penting yang harus dimiliki oleh para relawan adalah bisa bekerja sama dengan pihak manapun, dan di Latgab ini kita ajari agar mudah bergaul dengan siapapun walaupun sebelumnya belum kenal,” pungkas pria asal Desa Pohlandak ini.

Bayu Andrianto Ketua PMI Kabupaten Rembang saat pembukaan Latgab menyampaikan agar petugas Unit Transfusi Darah (UTD) dengan petugas di Markas PMI bersama-sama meningkatkan kekompakan. Walaupun mempunyai tugas yang berbeda namun mempunyai tujuan yang sama yaitu kemansiaan.

Wakil Bupati Rembang ini sempat menyinggung banyaknya kebakaran yang terjadi di Rembang sehingga acara Latgab ini sangat penting untuk membekali para relawan.

“Bicara soal bencana, hampir setiap Minggu ada kebakaran, kalau panjenengan ikut bergerak, tidak diganti secara materi, bismillah diniati menjadi ladang amal bagi kita,” pungkasnya.

Penulis : Muhammad Siroju Munir
Editor : Muhammad Siroju Munir

Bagikan untuk keluarga Anda!



Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Disclaimer: Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi mataairradio.com. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan