Anjing Pelacak Dilibatkan Sterilisasi Gereja Jelang Natal

Kamis, 24 Desember 2015 | 16:23 WIB
Jemaah mulai memasuki Gereja Mahanaim di bilangan Jalan Kartini Rembang, pasca-sterilisasi, Kamis (24/12/2015) sore. (Foto: Mukhammad Fadlil)

Jemaah mulai memasuki Gereja Mahanaim di bilangan Jalan Kartini Rembang, pasca-sterilisasi, Kamis (24/12/2015) sore. (Foto: Mukhammad Fadlil)

 

REMBANG, mataairradio.com – Polisi menyisir sejumlah gereja di Rembang dengan melibatkan anjing pelacak dan alat pendeteksi metal pada Kamis (24/12/2015).

Polisi ingin menjamin perayaan Natal berjalan aman dan tertib.

Kasubag Humas Polres Rembang Iptu Haryanto mengatakan, sterilisasi dilakukan di 6 gereja yang tersebar di wilayah Kecamatan Rembang, Lasem, Kragan, dan Sumber.

“Sterilisasi dilakukan antara lain untuk memastikan tidak adanya bahan peledak atau benda lain yang mencurigakan,” terangnya.

Menurut Kasubag Humas, jemaah yang hendak masuk gereja disarankan agar tidak membawa tas berukuran besar.

“Kami sudah meminta kepada pihak gereja agar turut mengimbau jemaahnya terkait anjuran untuk tidak membawa tas gede,” tandasnya.

Haryanto membenarkan, menjelang perayaan Natal, pihak kepolisian dan TNI telah diminta agar lebih peka dan waspada.

Kapolri Jenderal Polisi Badrodin Haiti berpesan agar meningkatkan kewaspadaan karena sebagian teroris pelaku bom gereja tahun 2000 sudah bebas.

Kepala Bagian Operasi Polres Rembang Komisaris Yohan Setiajid sebelumnya menyatakan menurunkan 155 personel untuk mengamankan Natal dan Tahun Baru.

“Kekuatan 155 personel itu tidak hanya berasal dari unsur kepolisian resor, tetapi juga dari polsek dan didukung oleh TNI,” ujarnya.

Di Rembang, terdapat 34 gereja yang dijadwalkan menggelar misa dan perayaan Natal secara bergantian.

Pada Jumat 25 Desember ini, tercatat 10 gereja di wilayah Kecamatan Rembang serta masing-masing 1 gereja di wilayah Kecamatan Bulu dan Kaliori yang menggelar Misa Natal.

 

Penulis: Pujianto
Editor: Pujianto

Bagikan untuk keluarga Anda!



Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Disclaimer: Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi mataairradio.com. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan