Angkut Dua Penumpang, Abang Becak Meninggal Mendadak

Sabtu, 4 April 2015 | 16:38 WIB
Pangi (55), abang becak yang meninggal dunia secara mendadak saat mengangkut dua orang penumpangnya di bilangan Jalan Wahidin Rembang, Sabtu ( 4 4 2015) pagi. (Foto : mataairradio.com)

Pangi (55), abang becak yang meninggal dunia secara mendadak saat mengangkut dua orang penumpangnya di bilangan Jalan Wahidin Rembang, Sabtu ( 4/4/2015) pagi. (Foto : mataairradio.com)

 

REMBANG, mataairradio.com – Seorang abang becak meninggal mendadak saat mengangkut dua orang penumpangnya, Sabtu (4/4/2015) pagi sekitar pukul 08.00 WIB. Peristiwa berlangsung di sekitar Perempatan Toko Pojok, bilangan Jalan Wahidin, Rembang.

Basirin, salah satu warga di lokasi kejadian menuturkan, pengemudi becak itu tiba-tiba terjatuh, sehingga kendaraannya terjungkal. Dua orang perempuan yang menjadi penumpang pun turut terjatuh. Dia menduga abang becak bernama Pangi warga Gedangan Rembang itu, mengidap penyakit jantung.

“Saya tahunya, tiba-tiba becak ‘nggplempang’. (Pengemudi becak) Seperti orang kena stroke. Ada penumpangnya dua orang. Perempuan semua,” katanya.

Basirin yang warga Desa Pandean sempat mendekat ke korban, namun sudah tak lagi berdenyut nadinya. Sementara, dua orang penumpang yang kemudian pucat wajahnya, bergegas pergi. Dia memastikan, dua penumpang becak itu tidak terluka.

Warga pun memastikan tidak ada lawan atau tabrakan yang mengakibatkan abang becak itu meninggal dunia. Pangi melaju dari arah utara. Suasana lokasi seketika gempar. Tak lama kemudian polisi dari Satlantas Polres Rembang tiba di tempat kejadian.

“Saya mendekat sudah nggak ada denyutnya. Penumpangnya nggak apa-apa. Cuma pucat. Terus saya suruh minggir. Langsung geger,” sambungnya.

Polisi yang kemudian membawa jenazah abang becak itu ke kamar mayat RSUD dr R Soetrasno Rembang, membenarkan pria itu Pangi, berusia 55 tahun. Dia warga RT 4 RW 2 Desa Gedangan Kecamatan Rembang.

Di kamar jenazah, tampak dua orang perempuan yang mengaku anak si abang becak. Keduanya mengungkapkan, sang ayah memiliki riwayat tekanan darah tinggi. Jenazah Pangi lalu diserahkan kepada pihak keluarga untuk dimakamkan.

 

Penulis: Pujianto
Editor: Pujianto

Bagikan untuk keluarga Anda!



Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Disclaimer: Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi mataairradio.com. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan