Angka Kemiskinan di Rembang Tahun 2018 Turun Tiga Persen

Sabtu, 15 Desember 2018 | 01:09 WIB

Bupati Rembang Abdul Hafizd didampingi perwakilan dari pihak PT Semen Gresik saat meninjau rumah salah satu Warga Desa Kajar Kecamatan Gunem, yang menerima bantuan bedah rumah, Jumat (15/12/2018). (Foto: Mukhammad Fadlil)

 

REMBANG, mataairradio.com Angka kemiskinan di Kabupaten Rembang tahun 2018 turun sebesar tiga persen atau menjadi 15,4 persen dari angka sebelumnya yang sebesar 18,3 persen.

Hal itu diungkapkan oleh Bupati  Rembang Abdul  Hafizd saat memberikan sambutan pada sebuah acara penyerahan bantuan bedah rumah di Desa Kajar Kecamatan Gunem.

“Dalam tempo sekitar satu tahun angka kemiskinan di Rembang mengalami penurunan  signifikan. Dulu angka kemiskinan kita mencapai 18,3 persen, namun hari ini (14/12/2018) dipilih BPS Jateng tinggal 15,4 persen,” ungkapnya.

Ia juga mengungkapkan, penurunan angka kemiskinan tahun 2018 ini, terbilang paling tinggi di Provinsi  Jawa Tengah. Menurutnya, hal ini dipengaruhi oleh hadirnya berbagai perindustrian di Kabupaten Rembang.

“Ini luar biasa. Saya sempat tak percaya karena angkanya turun tiga persen,” jelasnya.

Bupati menyebutkan, jumlah penduduk di Kabupaten Rembang ada sekitar 630 ribu jiwa, dengan luas wilayah 101.408 hektare.

Ia berharap, angka kemiskinan di Rembang terus mengalami penurunan secara signifikan di tiap tahunnya. Pihaknya menargetkan dalam dua tahun mendatang angka kemiskinan di Rembang tinggal 11 persen.

“Kalau itu tercapai maka peringkat kita masuk 15 besar di Jateng. Dulu kita peringkat 30 dari 35 kabupaten. Semakin banyak industri yang  masuk, maka target itu akan lebih cepat terealisasi,” tandasnya.

Sementara itu, penyerahan bantuan berupa bedah rumah terhadap rumah tak layak huni di Desa Kajar Kecamatan Gunem diberikan oleh pihak PT Semen Gresik.

Ada sebanyak 12 rumah dari enam desa yang dibedah. Masing-masing desa menerima jatah bedah rumah sebanyak dua unit rumah.

“Untuk perbaikan RTLH, tahun ini digelontor anggaran sebesar Rp564 juta. Ada 12 RTLH di  enam desa di Wilayah Rembang maupun Blora  yang dibantu progam bedah rumah ini.

Tiap desa dijatah dua unit rumah. Tiap rumah yang dibedah dibantu anggaran Rp47 juta,” kata  Joko Sulistiyanto mewakili Dirut PT Semen Gresik  Mukhamad Saifudin, Jumat (14/12/2018).

Penulis: Mukhammad Fadlil
Editor: Mukhammad Fadlil

Bagikan untuk keluarga Anda!



Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Disclaimer: Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi mataairradio.com. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan