Anggota TNI Mulai Ikut Kencangkan Pengawasan Pupuk

Sabtu, 13 Februari 2016 | 12:46 WIB
Barang bukti transaksi pupuk ilegal di halaman Mapolsek Gunem, Selasa (10/3/2015) pagi. (Foto: mataairradio.com)

Barang bukti transaksi pupuk ilegal di halaman Mapolsek Gunem, Selasa (10/3/2015) pagi. (Foto: mataairradio.com)

 

REMBANG, mataairradio.com – Anggota TNI di wilayah Komando Distrik Militer 0720 Rembang mulai ikut mengencangkan pengawasan penyaluran pupuk bersubsidi di kabupaten ini.

Pengawasan ini untuk membantu Pemerintah dalam menekan potensi penyimpangan penyaluran pupuk.

Komandan Kodim 0720 Rembang Letnan Kolonel Infanteri Darmawan Setiady mengatakan bahwa kebijakan dari Presiden Joko Widodo terkait andil anggota TNI untuk mewujudkan ketahanan pangan nasional pada 2017, tidak berubah.

“Pengawasan terhadap peredaran pupuk ilegal tetap jalan,” ujarnya

Pihaknya sudah meminta seluruh jajarannya untuk melaporkan setiap tindak penyalahgunaan pupuk bersubsidi kepada pihak kepolisian. Namun ia juga meminta agar jajarannya tidak lepas koordinasi dengan pihak Pemkab Rembang.

“Koordinasi dengan dinas pertanian dan dinas lain yang terkait, tetap kami lakukan,” tandasnya.

Dandim juga mengatakan, anggotanya telah dipahamkan dengan tugas, pokok, dan fungsi mereka dalam hal pengawasan penyaluran pupuk.

Ada beberapa hal yang menjadi fokus pengawasan di antaranya pelanggaran wilayah distribusi dan pupuk palsu.

Kasus pupuk dari Rembang yang dilarikan ke Kabupaten Demak, namun berhasil dibongkar polisi Batangan-Pati pada 7 Februari 2015 lalu, menjadi salah satu dasar perlunya pengawasan terhadap penyaluran pupuk bersubsidi.

Belum lagi, adanya kasus oper pupuk antarkecamatan secara ilegal alias tanpa sepengetahuan komisi pengawas pupuk.

Meski sebagian anggotanya sudah paham, namun Darmawan tetap meminta kepada seluruh jajarannya agar tidak sungkan berkoordinasi dengan pihak Dinas Pertanian dan Kehutanan serta Kantor Ketahanan Pangan Rembang.

Komisioner Komisi Pengawas Pupuk dan Pestisida (KP3) Kabupaten Rembang Suratmin mengaku intens memantau penyaluran pupuk bersubsidi di daerah ini dengan melibatkan berbagai komponen, termasuk kodim setempat.

Namun hingga Sabtu (13/2/2016) ini, belum ada informasi atau laporan penyimpangan.

Apalagi penyerapan pupuk menurutnya baru saja tampak di pekan kedua Februari ini. Hal itu karena curah hujan di Rembang baru terbilang normal pada sepekan terakhir dan belum semua petani memulai musim tanam pertama.

“Potensi penyimpangan pupuk juga dipantau dari pihak produsen,” pungkasnya.

 

Penulis: Pujianto
Editor: Pujianto

Bagikan untuk keluarga Anda!



Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Disclaimer: Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi mataairradio.com. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan