Anggota DPRD Terlibat Hibah Fiktif Akhirnya Ditahan

Rabu, 22 Juli 2015 | 16:10 WIB
Anggota DPRD Rembang Mohammad Nurhasan saat keluar dari Kantor Kejari Rembang menuju Rutan Rembang, Rabu (22/7/2015) siang pukul 15.15 WIB. (Foto: Pujianto)

Anggota DPRD Rembang Mohammad Nurhasan saat keluar dari Kantor Kejari Rembang menuju Rutan Rembang, Rabu (22/7/2015) siang pukul 15.15 WIB. (Foto: Pujianto)

REMBANG, mataairradio.com – Anggota DPRD Rembang Mohammad Nurhasan akhirnya ditahan oleh pihak Kejaksaan Negeri Rembang, Rabu siang 22 Juli 2015 sekitar pukul 15.15 WIB. Anggota dewan asal Bogorejo Kecamatan Sedan ini diduga terlibat korupsi dana hibah fiktif untuk mushala di desanya.

Sebelum tiba memenuhi panggilan dan ditahan, Nurhasan sempat menolak menandatangani surat panggilan yang dilayangkan pihak kejaksaan. Kepala Seksi Intel Kejari Rembang Bintarno mengaku melakukan langkah persuasif sehingga Nurhasan mau datang. Yang bersangkutan tidak diperiksa sebelum ditahan.

Kasi Intel yang mewakili Kajari Rembang I Wayan Eka Putra juga mengaku terpaksa melakukan penahanan untuk mempercepat dan mempermudah proses penyidikan terhadap tersangka, mengingat politisi tersebut beralasan sakit terus, sehingga menyendat penanganan hukum terhadap tersangka lain.

“Kalau dia terus beralasan sakit, penyidikan perkara lain bisa terhambat. Dia memang sempat menolak menandatangani surat panggilan, tapi setelah kami lakukan langkah persuasif, akhirnya tersangka datang dengan didampingi pengacaranya,” ungkap Bintarno kepada mataairradio.

Berdasarkan pantauan di Kejaksaan Negeri Rembang, Nurhasan datang dengan menumpang sebuah dump truk warna kuning dengan nomor polisi K 1960 BM. Dia diantar seseorang yang diduga sopirnya. Nurhasan mengenakan bawahan sarung warna hitam dan atasan koko warna hijau tosca serta berpeci.

Menurut Bintarno yang didampingi Kasi Pidsus Eko Yuristianto, dengan penahanan tersangka Nurhasan, berkas perkara terhadap lima tersangka lain dalam kasus dugaan korupsi dana hibah fiktif akan segera tuntas. Dia mengakui, sebagian berkas sudah ada yang dinyatakan lengkap atau P-21, tetapi keterangan lain dari Nurhasan masih diperlukan.

Dalam hal penahanan Sekretaris Komisi C DPRD Rembang itu, pihak Kejari menyatakan tidak perlu membuat surat resmi untuk memberitahu Sekretariat DPRD. Tetapi Bintarno mengaku akan mengirim informasi tersebut ke pihak DPRD Rembang.

“Kami akan segera beritahu keluarganya soal penahanan ini. Kalau tentang pemberitahuan kepada pihak DPRD, tidak ada kewajiban. Tetapi kami akan informasikan,” tandasnya.

Sementara itu, mengenai upaya permohonan penangguhan penahanan dari kubu atau pengacara Mohammad Nurhasan, pihak Kejari Rembang belum tahu akan ada atau tidak, karena menjadi hak penuh tersangka. Intinya, penahanan Nurhasan dilakukan untuk 20 hari di masa penyidikan dan bisa diperpanjang.

Penahanan politisi berumur 44 tahun itu bertepatan dengan peringatan ke-55 Hari Bakti Adyaksa yang jatuh pada setiap tanggal 22 Juli.

Politisi Partai Pelopor yang pada Pemilu 2014 beralih ke Partai Hanura tersebut disangka terlibat dalam kasus dugaan korupsi dana hibah fiktif pada tahun 2013 sebesar Rp40 juta. Sebelum Nurhasan, tiga anak buahnya juga telah lebih dulu ditahan. Koleganya yang bos material dan Kabag Kesra turut terseret.

 

Penulis: Pujianto
Editor: Pujianto




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Disclaimer: Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi mataairradio.com. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan