Anggota DPRD Rembang Ajukan Praperadilan Penetapan Tersangka

Rabu, 3 Juni 2015 | 16:41 WIB
Mohammad Nur Hasan (depan kanan) saat memimpin rapat bersama para rekanan di Ruang Komisi C DPRD Rembang, baru-baru ini. (Foto: mataairradio.com)

Mohammad Nur Hasan (depan kanan) saat memimpin rapat bersama para rekanan di Ruang Komisi C DPRD Rembang, baru-baru ini. (Foto: mataairradio.com)

 
REMBANG, mataairradio.com – Anggota DPRD Rembang HM Nurhasan mengajukan permohonan gugatan praperadilan kepada Pengadilan Negeri (PN) setempat atas penetapannya sebagai tersangka oleh Kejari Rembang.

Hasan disangka terlibat dalam kasus dugaan korupsi dana hibah tahun 2013 senilai Rp40 juta. Kepala Seksi Tindak Pidana Khusus pada Kejaksaan Negeri Rembang Eko Yuristianto membenarkan adanya gugatan praperadilan tersebut, tetapi secara detail tidak diketahuinya.

“Saya baru mengetahuinya, setelah menerima surat dari Pengadilan Negeri yang menjadwalkan sidang perdana praperadilan, Senin (8/5/2015) depan,” kata dia.

Kini pihaknya sudah menyiapkan dua alat bukti yang diminta disiapkan oleh Majelis Hakim untuk melawan gugatan tersebut.

Eko yang dihubungi mataairradio pada Rabu (3/6/2015) siang juga mengaku tidak mendapatkan informasi sebelumnya dari pengacara Nurhasan, mengenai pengajuan gugatan praperadilan.

“Pengacaranya, Pak Karyono, malah tidak tahu menahu mengenai gugatan itu,” katanya.

Belakangan baru diketahui, bahwa gugatan praperadilan ini dilayangkan oleh pengacara Partai Hanura.

“Kami tidak kaget. Biasa saja. Itu hak tersangka,” tegasnya.

Dia menduga, pengajuan gugatan praperadilan yang dilayangkan Nurhasan, seperti mengikuti tren pada proses penegakan hukum di Indonesia.

“Intinya, kami siap menghadapi gugatan itu. Apalagi, kami tidak pernah sembarangan, dalam menetapkan seseorang sebagai tersangka,” tandasnya.

Sementara itu, Nurhasan belum bisa dikonfirmasi terkait permohonan gugatan praperadilan yang didaftarkan oleh pihaknya.

Nomor ponsel yang biasanya mudah dihubungi, sedang tidak aktif ketika dikontak reporter radio ini.

Tetapi, dia pernah membantah keterlibatannya dalam kasus tersebut.

Seperti diketahui, dana hibah yang diajukan pada 2013 itu, tidak langsung digunakan untuk membangun Musala Ar-Rahmah di Desa Bogorejo.

Tetapi saat penggunaan dana itu dilaporkan pada tahun yang sama, tersaji foto pembangunan musala yang dimaksud.

Setelah kasus ini tercium aparat di awal 2015, barulah ada pembangunan musala senyatanya. Itu pun dilakukan pada musala lain.

Kasus ini sendiri sudah menyeret tiga anak buah Nur Hasan, seorang bos toko material, dan Kabag Kesra Setda Rembang, sebagai tersangka.

 

Penulis: Pujianto
Editor: Pujianto

Bagikan untuk keluarga Anda!



Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Disclaimer: Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi mataairradio.com. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan