Anggaran Penanganan Bencana Rembang Naik Rp1 Miliar

Selasa, 17 November 2015 | 16:52 WIB
Ilustrasi. (Foto: mataairradio.com)

Ilustrasi. (Foto: mataairradio.com)

 

REMBANG, mataairradio.com – Anggaran penanganan bencana di Kabupaten Rembang akan naik Rp1 miliar menjadi sekitar Rp5,5 miliar pada tahun depan.

Tahun ini, dana untuk kebencanaan yang diampu oleh Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Rembang hanya sekitar Rp4 miliar.

Kepala Pelaksana Harian BPBD Rembang Suharso, Selasa (17/11/2015) pagi menyebutkan, anggaran tersebut antara lain untuk penanganan darurat bencana dan kesiapsiagaan.

“Anggaran tersebut cukup, tetapi jika sampai kurang, BPBD akan mengajukan tambahan di APBD Perubahan,” katanya.

Pihak BPBD Rembang juga menyebutkan, anggaran penanganan bencana termasuk pula untuk kepentingan pengadaan logistik kebencanaan.

“Ada beberapa jenis logistik yang kini sudah siap, seperti beras dan mie instan,” katanya.

Menurut Suharso, beberapa jenis logistik lain seperti lauk pauk instan, akan diadakan sewaktu terjadi bencana. Hal itu karena logistik tertentu ada masa kedaluwarsa yang pendek.

“Jika terlalu dini diadakan, kami khawatir keburu expired, sebelum dipakai,” katanya.

Suharso menambahkan, penanganan kebencanaan sudah dilakukan dengan melakukan pengecekan ulang terhadap lokasi yang pada tahun lalu terjadi bencana.

“Sejauh ini, lokasi yang dicek ulang adalah bekas bencana banjir dan tanah longsor,” katanya.

Tahun lalu, banjir terjadi antara lain di wilayah Kecamatan Kaliori, Lasem, Kragan, dan Sarang, sedangkan tanah longsor terjadi di Kecamatan Sedan, Gunem, dan Bulu.

Pengecekan ulang dilakukan dengan mengetahui jenis penanganan yang sudah dilakukan dalam kurun setahun terakhir.

 

Penulis: Pujianto
Editor: Pujianto

Bagikan untuk keluarga Anda!



Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Disclaimer: Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi mataairradio.com. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan