Anggaran Habis, Bantuan Air Bersih Dikaver CSR

Rabu, 25 Oktober 2017 | 15:39 WIB

Penyaluran bantuan air bersih dari Pemkab Rembang, di Desa Sumbergayam Kecamatan Kragan, baru-baru ini. (Foto : mataairradio.com)

 

REMBANG, mataairradio.com – Bantuan air bersih masih disalurkan oleh Pemerintah Kabupaten Rembang melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) setempat ke 20 desa di daerah ini.

Namun bantuan air bersih tersebut sudah tidak lagi berasal dari anggaran pemerintah, tetapi dikaver dengan program tanggung jawab sosial perusahaan atau CSR dari sejumlah lembaga seperti bank.

Kepala Seksi Logistik pada BPBD Kabupaten Rembang Achmad Makruf mengatakan, alokasi anggaran daerah setempat untuk keperluan bantuan air bersih sebesar Rp50 juta, setara 237 tangki.

“APBD untuk 237 tangki, dan sudah habis terdistribusikan. Kini bantuan air bersih masih jalan, tetapi dikaver dengan program CSR dari beberapa perusahaan, lembaga, serta komunitas,” katanya.

Ia menyebutkan, CSR antara lain berasal dari BRI dan BNI dengan 120 tangki, PMI dan Pemuda Muhammadiyah masing-masing 30 tangki, lalu Kagama 15 tangki, serta BPJS dan PLN sama 10 tangki.

“Totalnya, dari CSR, lebih dari 300-an tangki. Itu yang bekerjasama dengan BPBD. Ada yang tidak bekerjasama dengan BPBD. Jumlahnya banyak; ada yang tidak tepat sasaran dan ada yang tepat,” katanya.

Ia juga menyebutkan, saat alokasi bantuan yang dikaver dari APBD habis, ada 22 desa yang masih memerlukan air bersih. Namun hingga Rabu (25/10/2017), dua desa yang sudah tak perlu lagi bantuan.

“Manggar (Sluke) dan Bitingan (Sale), sudah tidak butuh lagi bantuan. Yang lainnya masih tetap jalan dengan CSR lain. Tetapi kekeringan sudah tidak akan lagi meluas, karena musim hujan hampir tiba,” tandasnya.

Mengenai alokasi tambahan sebesar Rp50 juta untuk bantuan air bersih melalui APBD Perubahan 2017, menurut Makruf, tak akan dicairkan karena suplai air akan kembali normal seiring musim hujan.

“Alokasi dari APBD Perubahan 2017, menurut pimpinan kami Pak Purwadi Samsi; karena hujan mau turun, kita tidak menggunakan APBD Perubahan, karena sudah tercukupi,” pungkas dia.

 

Penulis: Pujianto
Editor: Pujianto

Bagikan untuk keluarga Anda!



Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Disclaimer: Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi mataairradio.com. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan