Anak Lebih Tertarik Google Ketimbang Buku, Begini Kata Bupati

Jumat, 30 Maret 2018 | 17:07 WIB

Salah seorang pengunjung pada acara Semarak Pesta Buku Rembang 2018 di Balai Kartini Rembang. (Foto: mataairradio.com)

 

REMBANG, mataairradio.com – Bupati Rembang Abdul Hafidz menyatakan prihatin oleh fenomena anak yang lebih tertarik berselancar di situs pencarian, google, ketimbang membaca buku yang sumbernya jelas.

Menurutnya, buku adalah sumber ilmu yang bisa dipertanggungjawabkan. Buku memuat secara jelas penulis atau pengarang, berikut keilmuannya. Namun karena buku hanya ditumpuk, anak jadi malas membaca.

Semestinya, arti penting buku ini gencar disampaikan kepada publik. Hafidz beranggapan, bila perkembangan pesat teknologi tidak dimbangi dengan promosi pentingnya membaca buku, minat baca akan merosot.

“Kalau buku hanya ditumpuk di perpustakaan, lha wong sekarang anak itu malas. Lebih baik pakai HP, tinggal klik sudah tahu apa-apa. Nganggap google itu lebih profesional. Kalau begini terus, pembaca tergeser,” katanya.

Bupati meminta pihak Dinas Perpustakaan dan Arsip Kabupaten Rembang supaya rajin turun ke lapangan. Bisa dengan promosi ke sekolah-sekolah atau dinas-dinas. Baginya, hal itu tidak masalah karena penting.

Buku-buku yang dipromosikan untuk dibaca, menurutnya, bisa buku sejarah, ekonomi, atau sosial keagamaan. Asalkan isinya menarik, buku akan digemari. Tidak hanya di instansi resmi, tapi juga di desa-desa.

Mengutip keterangan dari pejabat dari Pemprov Jawa Tengah, menanamkan kegemaran membaca bisa dimulai sejak dari mengandung anak. Ibu bisa rajin membaca. Begitu pula bapaknya. Cara ini dinilai mangkus.

“Saya minta kepada Pak Kepala Dinas Pustasip, yang paling utama mempromosikan buku sekaligus mendorong anak dan masyarakat bisa gemar membaca. Tugas pokoknya itu. Kalau kita nggak ke sana, buku nggak laku,” tandasnya.

Saat menghadiri acara Semarak Pesta Buku 2018 yang hingga Jumat (30/3/2018) ini masih berlangsung di Balai Kartini Rembang, Bupati juga mengaku punya gagasan guna menumbuhkan kegemaran membaca.

Cara itu menurutnya adalah dengan menulis. Dengan mengajarkan spirit menulis kepada anak, kata Bupati, secara anak juga membacanya. Hafidz juga mengemukakan, dengan membaca, ilmu akan terpatri di dada.

 

Penulis: Pujianto
Editor: Pujianto

Bagikan untuk keluarga Anda!



Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Disclaimer: Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi mataairradio.com. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan