Amin Prop Guru SD Pinggiran Prestasi Nasional

Selasa, 26 Februari 2019 | 16:44 WIB

Abdul Amin (Amin Prop)salah satu guru di SD Negeri Mondoteko Rembang yang berulang kali berhasil mengirim anak didiknya meraih kejuaraan di kancah lokal maupun nasional. (Foto: mataairradio.com)

 

REMBANG, mataairradio.com – Abdul Amin atau yang lebih dikenal dengan panggilan Amin Prop, merupakan salah satu guru di SD Negeri Mondoteko Rembang yang berulang kali berhasil mengirim anak didiknya meraih kejuaraan di kancah lokal maupun nasional.

Berawal dari prestasi sekolah tempatnya mengajar yang minim, membuatnya terpacu menggali bakat murid-muridnya untuk dapat berkompetisi di daerah mereka sendiri.

Dirinya menyadari bahwa kemampuan akademis siswanya tidak begitu dapat diandalkan, namun hal lain yang dapat digali yaitu di bidang seni. Khususnya lomba puisi dan lomba cerita.

“Saat itu saya kepikiran kalau di bidang akademis kalah kira-kira di porsi seni bisa nggak ya. Saat itu terbesit keinginan saya untuk memacu anak-anak saya ‘plotting’ untuk lomba-lomba seni,” ucapnya.

Selain itu menurutnya seni merupakan ilmu dasar yang akan digunakan siswanya pada masa mendatang.

“Saya meyakini betul, kreatifitas itu muncul dari sebuah imajinasi. Saya adalah guru yang ingin mencetak anak-anak saya menjadi orang-orang yang kreatif dan hidup dari kreatifitasnya. Darimana kreatifitas muncul ya dari imajinasi,” jelasnya.

Dirinya menambahkan bahwa hal ini memiliki relevansi dengan tantangan Revolusi Industri 4.0 yang salah satunya adalah fungsi manusia digantikan dengan internet. Sejalan dengan hal tersebut bahwa hanya manusia-manusia yang kreatif dan imajinatif yang tidak akan tergantikan oleh internet.

“Saya yakin anak-anak yang sudah saya bimbing kedepan mereka bisa hidup dan bertahan dalam tantangan revolusi industri 4.0,” tegasnya.

Sejumlah torehan prestasi di kancah nasional yang diperoleh pun tidak sedikit, diantaranya pada tahun 2014, salah satu anak didiknya yang bernama Berliana Ardhea Prameta menjuarai Lomba Cerita, peringkat tujuh nasional.

“Lalu pada 2017, Fransiska Apriliani finalis 10 besar Lomba Baca Puisi tingkat nasional dan meraih peringkat delapan atau juara favorit tiga Lomba Cerita tingkat nasional pada tahun 2018,” bebernya.

Selain dukungan dari orang tua siswa, para stake holder pun turut memfasilitasi dengan baik proses hingga perlombaan di kancah nasional. Bentuk dukungannyapun bermacam-macam mulai dari material hingga spiritual.

Dirinya berharap supaya para guru khusunya di Kabupaten Rembang terpacu dan senantiasa menjadi pelayan sekaligus provokator baik, dalam bidang potensi siswa sehingga dalam penjurusan di SMA, siswa tidak lagi bingung mengetahui bakat dan minatnya.

 

 

Penulis : Chintami Budi Pertiwi
Editor: Mukhammad Fadlil

Bagikan untuk keluarga Anda!



Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Disclaimer: Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi mataairradio.com. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan