Alumnus Sanlat SNMPTN Dampingi Siswa Seleksi Masuk PTN

Senin, 27 Maret 2017 | 14:03 WIB

Suasana pelaksanaan tes seleksi masuk Santriversitas yang diikuti oleh 164 orang siswa dari 21 sekolah baik SMA/MA/SMK di Kabupaten Rembang, Ahad (26/3/2017) di Balai Manunggal, kompleks Markas Kodim Rembang. (Foto: Pujianto)

 

REMBANG, mataairradio.com – Bimbingan pascaujian nasional bagi siswa SMA/MA/SMK kembali digelar di Kabupaten Rembang. Kali ini, para alumnus pesantren kilat guna sukses seleksi nasinal masuk perguruan tinggi negeri (SNMPTN) di daerah ini yang menggelarnya.

Di Rembang, pesantren kilat atau Sanlat SNMPTN digelar pertama kali pada 2011. Saat itu, penyelenggaranya adalah Yayasan MataAir. Kegiatan berlanjut pada 2012, 2013, dan 2014. Namun setelah itu, kegiatan yang banyak dinanti siswa itu tidak digelar di Rembang.

Tahun ini, para alumnus Sanlat SNMPTN tersebut berhimpun dalam lembaga dan program yang diberi nama Santriversitas. Tak bekerja sendiri, Santriversitas juga didukung oleh badan otonom Nahdlatul Ulama, yakni Gerakan Pemuda Ansor, Fatayat NU, IPNU, dan IPPNU.

Menurut rencana, Santriversitas digelar pada 22 April 2017 di SMK Umar Fatah Rembang. Total, akan ada 60 siswa yang bakal dibimbing secara intensif selama 21 hari, terbagi atas 30 siswa jurusan IPA dan 30 siswa jurusan IPS.

Slamet Mujahidin, Koordinator Santriversitas mengatakan, saat ini pihaknya baru merampungkan tes seleksi guna menentukan 60 orang yang bisa masuk bimbingan. Hingga Senin (27/3/2017) siang, koreksi masih berlangsung.

“Seleksi untuk menyaring menjadi hanya 60 orang, masing-masing 30 IPA dan 30 IPS, kita gelar kemarin (Ahad, 26/3/2017). Yang tes kemarin, 164 orang berasal dari 21 sekolah yang tersebar di 14 kecamatan,” katanya, Senin (27/3/2017).

Sebagaimana pada bimbingan pascaujian nasional yang digelar sebelumnya, nantinya, siswa yang masuk bimbingan akan tidak hanya diberikan pembelajaran seputar teknik dan materi sukses Seleksi Bersama Masuk Perguruan Tinggi Negeri (dulu SNMPTN, red.).

Menurut Slamet, para pendaftar yang lolos seleksi dan dinyatakan sebagai peserta bimbingan pascaujian nasional akan mendapat pembelajaran tentang etika, moral, motivasi, dan pengetahuan agama selama waktu tersebut, secara gratis alias bebas biaya.

“Kami merasa terpanggil. Setelah dulu kami mendapat bimbingan dan akhirnya sebagian besar dari kami berhasil masuk ke perguruan tinggi negeri, rasanya kok sayang kalau sekarang kami tidak meneruskan program mulia bimbingan ini,” tandasnya.

Selain didukung oleh segenap badan otononom Nahdlatul Ulama, program Santriversitas juga dipercaya oleh sponsor seperti Bank BNI yang menjadi penyokong utama. Ia berharap program yang didukung oleh mataairradio.com, bermanfaat.

 

Penulis: Pujianto
Editor: Pujianto

Bagikan untuk keluarga Anda!



Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Disclaimer: Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi mataairradio.com. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan