Alokasi Belanja Hibah 2016 Rembang Turun Drastis

Thursday, 17 September 2015 | 16:16 WIB
Ilustrasi. (Foto: http://isknews.com/)

Ilustrasi. (Foto: http://isknews.com/)

 

REMBANG, mataairradio.com – Alokasi belanja hibah pada APBD 2016 Rembang akan turun drastis dibandingkan dengan yang pernah dianggarkan pada APBD 2015. Rendahnya penyerapan anggaran pada tahun ini menjadi penyebab dipangkasnya belanja hibah pada tahun depan.

Plt Sekda Rembang Hari Susanto mengatakan, hampir semua belanja hibah yang telah dialokasi di APBD 2015, tidak dapat dicairkan karena ketidakjelasan regulasi. Pemkab hanya bisa mencairkan belanja hibah untuk kegiatan seperti rehab rumah tak layak huni, hibah KONI, PMI, dan Pramuka.

“Alokasi hibah atau bansos untuk kelompok yang belum berbadan hukum, tidak kami proses. Kami ‘pending’ karena ketidakjelasan regulasi,” katanya.

Mengenai angka pasti penurunan alokasi anggaran belanja hibah, Plt Sekda tidak bisa menyebutkan secara persis. Dia hanya memastikan, anggaran untuk hibah atau bansos bagi kegiatan rehabilitasi rumah tidak layak huni akan tetap dianggarkan di APBD 2016.

Menurutnya, nilai belanja hibah untuk perbaikan rumah tidak layak huni di Rembang yang dianggarkan melalui APBD Induk 2016, mencapai Rp4 miliar. Ia menilai, hibah untuk kegiatan tersebut, manfaatnya sangat jelas sebagai bagian upaya mengentaskan masyarakat dari kemiskinan.

“Hibah atau bansos untuk 2016, akan turun drastis dari 2015. Angkanya saya lupa. Tetapi yang untuk rumah tidak layak huni, tetap kita anggarkan. Itu jelas manfaatnya bagi masyarakat dalam mengurangi tingkat kemiskinan,” tandasnya.

Sebelumnya, pihak DPRD Rembang memperkirakan, sisa lebih pembiayaan anggaran (silpa) dari APBD 2015 diprediksi menggunung. Bahkan nilai silpanya diperkirakan bakal jauh lebih tinggi dibandingkan dengan sisa lebih anggaran yang pernah tercatat di anggaran tahun lalu.

Jika pada APBD 2014 Silpa tercatat sebesar Rp209 miliar, tahun ini diperkirakan akan tembus Rp350 miliar. Penyebab tingginya Silpa adalah serapan APBD yang rendah. Hingga pertengahan September 2015, serapan total APBD hanya 45,9 persen. Yang khusus untuk pembangunan, bahkan hanya 24,6 persen.

 

Penulis: Pujianto
Editor: Pujianto




Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Disclaimer: Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi mataairradio.com. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan