Alat Peraga Kampanye Menjadi Sampah Visual

Jumat, 4 Januari 2019 | 18:39 WIB

Alat Peraga Kampanye (APK) di wilayah Kecamatan Kragan. (Foto: mataairradio.com)

 

 

SLUKE, mataairradio.com – Banyaknya sampah visual berupa baliho dan spanduk Caleg yang dipasang sepanjang jalan di wilayah Rembang mendapatkan sorotan dari berbagai pihak.

Salah satu yang menyorotinya adalah Abdul Chamim seniman asal Kecamatan Sluke yang menilai bahwa pemasangan baliho dan spanduk Caleg di beberapa tempat merusak pemandangan kota.

Ia melihat sepanjang Pantura mulai dari kota Rembang ke timur sampai Sarang, baliho dan spanduk disemua titik baik perempatan maupun pertigaan.

Ia tidak menyalahkan pemasang namun menurutnya secara estetika kota menjadi kumuh sehingga kota menjadi tidak indah lagi.

Chamim juga menyayangkan pemasangan baliho Caleg yang sangat banyak, bahkan sampai jalan desa juga tidak lepas dari baliho dan spanduk.

“Ya adanya sampah visual ini kota kelihatan kumuh Mas,” sesalnya.

Chamim berharap Caleg tidak usah terlalu banyak memasang baliho, kalaupun memasangnya lebih baik di taruh pada lokasi strategis dan dengan ukuran yang besar sehingga spanduk atau baliho yang kecil tidak terlihat di sepanjang jalan karena menurutnya bisa merusak konsentrasi pengendara.

Ia berharap pihak yang berwenang dalam hal ini Bawaslu untuk menertibkan alat peraga kampanye jika dianggap melanggar aturan.

Menurut pemilik Gentong Miring Art Gallery ini Rembang menjadi tidak ramah lagi untuk urusan pemandangan kota.

“Kalau menurut saya Caleg harus temui konstituen saja, gak usah pasang gambar banyak-banyak,” ungkapnya.

Hal senada juga diungkapkan oleh Makruf, salah seorang pegiat lingkungan asal Desa Pamotan. Ia menyatakan masih banyak Caleg yang bandel memasang gambarnya berupa baliho maupun spanduk di pohon sepanjang jalan walaupun hal tersebut sudah dilarang oleh Bawaslu.

Apalagi ada kesepakatan penertiban yang hanya dilakukan oleh Bawaslu pada tanggal lima sampai tujuh pada setiap bulan sehingga setelah tanggal tersebut para Caleg ramai-ramai memasang kembali spanduknya.

 

 

Penulis: Mohammad Siroju Munir
Editor: Mohammad Siroju Munir

Bagikan untuk keluarga Anda!



Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Disclaimer: Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi mataairradio.com. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan