Alasan Rembang Expo 2016 Gunakan EO Lokal

Selasa, 24 Mei 2016 | 17:48 WIB
Kepala Dinas Perindagkop dan UMKM Kabupaten Rembang Muntoha memberikan penjelasan kepada awak media mengenai tata letak stan bagi usaha mikro berasal dari kabupaten ini yang difasilitasi stan gratis di Rembang Expo 2016, Selasa (24/5/2016). (Foto: Pujianto)

Kepala Dinas Perindagkop dan UMKM Kabupaten Rembang Muntoha memberikan penjelasan kepada awak media mengenai tata letak stan bagi usaha mikro berasal dari kabupaten ini yang difasilitasi stan gratis di Rembang Expo 2016, Selasa (24/5/2016). (Foto: Pujianto)

 

REMBANG, mataairradio.com – Pelaksanaan pameran berskala regional, Rembang Expo 2016, menggunakan jasa event organizer (EO) lokal dari kabupaten setempat, tidak dari luar kabupaten seperti pada tahun sebelumnya.

Kepala Dinas Perindustrian Perdagangan Koperasi dan UMKM Rembang Muntoha saat jumpa media, Selasa (24/5/2016), mengungkapkan EO untuk Rembang Expo tahun ini adalah Maxi Communication.

Ia menjelaskan, dipilihnya Maxi Communication sebagai pengelola acara, lantaran berdasarkan kajiannya, sebagai tindak lanjut disposisi surat dari Bupati, EO lokal tersebut layak dipakai guna pelaksanaan Rembang Expo.

Selain itu, dipilihnya Maxi, katanya, juga karena tidak ada EO lain dari luar Kabupaten Rembang yang mengajukan penawaran pada tahun ini, tidak seperti pada tahun sebelumnya yang sempat diikuti EO dari Semarang dan Yogyakarta.

“EO Rembang Expo bukan soal lokal atau tidak lokal, tetapi profesional atau tidak. Dan kajian saya, Maxi Communication layak untuk menjalankan Rembang Expo 2016. Kalau mau mengajukan untuk tahun depan, silakan pada awal tahun 2017,” ungkapnya kepada para pewarta.

Ia juga menjelaskan, pihak EO mengelola 150 stan bagi UMKM yang difasilitasi gratis oleh Pemerintah Kabupaten Rembang dan 95 stan bersewa di kompleks Balai Kartini.

Total anggaran penyelenggaraan Rembang Expo 2016 sekitar Rp200 juta, tetapi dana itu tidak diberikan seluruhnya kepada EO karena pihak dinas mengaku mesti membiayai seremonial pembukaan dan penutupan pameran.

“Dari itung-itungan kami dengan EO, untuk satu stan saja, kalau dirata-rata lebih dari Rp1 juta biayanya. Jadi, ada subsidi silang dari hasil EO dalam menyewakan stan kepada non-UMKM dan untuk stan yang gratis,” tegasnya.

Rembang Expo yang pada tahun 2016 sudah terbilang 11 kali digelar, menargetkan transaksi dan order masing-masing sekitar Rp2,5 miliar atau 10 persen meningkat dari tahun 2015.

Pameran ini akan digelar mulai 28 Mei hingga 4 Juni mendatang di Balai Kartini Rembang dengan produk unggulan seperti batik, bordir, aksesori, serta makanan dan minuman.

Dari 150 UMKM yang difasilitasi stan gratis, kebanyakan masih merupakan pelaku usaha mikro yang juga difasilitasi pada tahun-tahun sebelumnya, tetapi pihak dinas tidak memiliki data persisnya.

 

Penulis: Pujianto
Editor: Pujianto

Bagikan untuk keluarga Anda!



Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Disclaimer: Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi mataairradio.com. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan