Akhirnya Nur Hasan Bakal Terdaftar Sebagai Caleg

Rabu, 19 September 2018 | 21:54 WIB

 

Logo KPU.

 

REMBANG, mataairradio.com – Seorang Calon Legislatif (Caleg) mantan narapidana kasus korupsi, Nur Hasan bakal terdaftar di Komisi Pemilihan Umum (KPU) Rembang sebagai Caleg.

Pasalnya, sesuai keputusan Mahkamah Agung (MA) terkait pembatalan Peraturan KPU Nomor 20 Tahun 2018, tentang pelarangan mantan narapidana mencalonkan diri sebagai anggota legilatif.

Sebelumnya, Nur Hasan dicoret oleh KPU Rembang dari daftar bakal calon legislatif karena berstatus mantan koruptor. Hal itu, bertentangan dengan Peraturan KPU Nomor 20 Tahun 2018.

Komisioner KPU setempat Nurul Muassiroh menuturkan, pascaputusan Mahkamah Agung (MA) terkait pembatalan PKPU Nomor 20 Tahun 2018, sebanarnya secara otomatis mantan Narapidana korupsi dapat menjadi Caleg.

Namun hingga kini, KPU Rembang belum meloloskan Nur Hasan menjadi Bakal Calon Legislatif. Pihaknya masih menunggu surat edaran (SE) yang menjelaskan tentang teknis pelaksanaannya.

“Kami sudah berkoordinasi dengan KPU Provinsi Jawa Tengah tentang hal ini dan diminta menunggu SE dalam satu atau dua hari kedepan,” terangnya.

Sementara itu, saat disinggung terkait wacana surat suara bertanda khusus bagi gambar mantan Napi korupsi, Nurul enggan menjawab. Pasalnya di internal KPU sendiri belum terdengar wacana tersebut.

“Jika memang itu adalah aspirasi masyarakat, tentu KPU Pusat akan menanggapinya. Karena masyarakat adalah subjek dari sistem demokrasi itu sendiri,” tuturnya.

Nurul berpendapat, bahwa KPU mempunyai semangat anti korupsi, sehingga Pemilu 2019 nantinya bisa menghasilkan penyelenggara negara yang lebih akuntabel dan amanah.

Sementara itu, Nur Hasan Caleg mantan narapidana korupsi saat dihubungi mataairradio.com menyatakan, bahwa KPU Rembang pasti melaksanakan putusan MA dan meloloskan dirinya menjadi Caleg.

“Iya yakin. Ketika penetapan DPT (Daftar Pemilih Tetap) besok, nama sayaa akan muncul sebagai Caleg dari Dapil Sarang-Sedan,” ujarnya.

 

Penulis: Mohammad Siroju Munir
Editor: Mukhammad Fadlil

Bagikan untuk keluarga Anda!



Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Disclaimer: Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi mataairradio.com. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan