Akhir Tahun, Harga Cabai Kian “Pedas” di Rembang

Selasa, 26 Desember 2017 | 16:37 WIB

Di Pasar Rembang, Selasa (26/12/2017) pagi, harga cabai jenis rawit naik Rp8.000 per kilogram, dari harga sebelumnya Rp10.000 per kilogram. Cabai jenis merah pun naik harga, dari Rp25.000 menjadi Rp34.000 per kilogram. (Foto: Mohammad Siroju Munir)

 

REMBANG, mataairradio.com – Harga komoditas cabai kian “pedas” pada akhir tahun ini di Kabupaten Rembang.

Di Pasar Rembang, Selasa (26/12/2017) pagi, harga cabai jenis rawit naik Rp8.000 per kilogram, dari harga sebelumnya Rp10.000 per kilogram.

Cabai jenis merah pun naik harga, dari Rp25.000 menjadi Rp34.000 per kilogram.

Kenaikan juga terjadi pada komoditas bawang merah yang naik dari Rp15.000 menjadi Rp20.000 per kilogram.

Siti Karnisih, salah seorang pedagang bahan pokok di Pasar Rembang menyebutkan, harga bawang putih jenis cutting pun naik dari Rp19.000 menjadi Rp22.000 per kilogram.

Harga telur naik pula dari Rp22.000 menjadi Rp25.000 per kilogram.

“Hanya minyak goreng yang turun harga dari Rp13.000 menjadi Rp12.000 per kilogram. Wortel saja naik dari Rp10.000 menjadi Rp14.000 per kilogram,” katanya.

Menurut Siti, kenaikan harga bahan kebutuhan pokok tersebut biasa terjadi pada akhir tahun, sejak menjelang Natal dan tahun baru.

“Namun harga-harga itu akan perlahan turun setelah tahun baru,” katanya.

Katrin, ibu rumah tangga berasal dari Tawangsari Kelurahan Leteh mengaku berat jika harga kebutuhan pokok hampir semuanya naik, terutama cabai.

“Soalnya keluarga besar termasuk penyuka sambal. Kalau harga cabai naik gimana coba,” katanya.

Selain itu juga karena uang belanja yang mesti dihemat.

Ia berharap kepada Pemerintah untuk turun tangan mengendalikan harga-harga.

Apalagi, kenaikan harga semacam ini, selalu terjadi tiap tahun di ujung Desember.

Sementara itu, khusus kenaikan komoditas cabai, para petani menyebut faktornya adalah, keterbatasan pasokan.

Hampir tidak ada petani di daerah ini yang panen cabai. Petani di luar daerah pun terbatas hasil panennya karena sedang bertanam padi.

 

Penulis: Mohammad Siroju Munir
Editor: Pujianto

Bagikan untuk keluarga Anda!



Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Disclaimer: Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi mataairradio.com. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan