Akademi Komunitas SI Diharapkan Kurangi Pengangguran

Kamis, 4 Mei 2017 | 15:49 WIB

Akademi Komunitas SI di Rembang memanfaatkan bangunan milik Pemkab Rembang di Kantor DPMPTSP-Naker setempat di bilangan Jalan Pemuda, sebagai kerjasama di bidang pengembangan pendidikan. (Foto: Pujianto)

 

REMBANG, mataairradio.com – Direktur Jenderal Kelembagaan Iptek dan Dikti Kementerian Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi RI Patdono Suwignjo berharap kehadiran Akademi Komunitas Semen Indonesia (AKSI) mampu mengurangi tingkat pengangguran di daerah setempat.

Harapan tersebut diungkapkan Patdono saat meresmikan AKSI Rembang dan Pidie Aceh di halaman Kantor Dinas Penanaman Modal Pelayanan Terpadu Satu Pintu dan Tenaga Kerja (DPMPTSP-Naker) Kabupaten Rembang, Kamis (4/5/2017) siang.

Menurutnya, akademi komunitas merupakan makhluk baru sejak 2013 yang fokus pada pendidikan vokasi dengan komposisi 30 persen teori dan 70 persen praktek. Hingga saat sekarang, sudah ada 90 akademi komunitas di seluruh Indonesia.

“Setiap lulusan pendidikan vokasi, pada akhir 2019 nanti tidak boleh ada yang menganggur. Semua harus terserap (bekerja). Namun dari 90 akademi komunitas di seluruh Indonesia, kini tinggal 40 saja yang masih eksis karena tidak bekerjasama dengan industri,” katanya.

Patdono mengemukakan, akademi komunitas yang suskes punya setidaknya tiga ciri, yaitu bekerjasama dengan industri, 50 persen dosennya dari perguruan tinggi dan 50 persennya lagi dari industri, serta tersedia tempat magang bagi mahasiswanya.

“Nah, AKSI memiliki semuanya. Di sini tidak hanya bekerjasama, tetapi AKSI ini didirikan oleh Semen Indonesia Foundation. Dosennya juga pasti sesuai aturan proporsi. Setahun nanti kita akan cek lagi. Kalau (dosennya) tidak proporsial, kita tegur,” tandasnya.

Ia menegaskan, dengan pendidikan selama dua tahun yang terdiri atas enam bulan teori dan 1,5 tahun praktek, mahasiswa akademi komunitas akan langsung siap kerja ketika lulus. Bahkan, di beberapa tempat, mahasiswa yang belum sampai lulus sudah “dipesan” industri.

“Sebab saat magang ini, mahasiswa akademi komunitas tidak akan dibiarkan untuk sekadar melihat, tetapi juga melakukan pekerjaan langsung dengan diawasi yang ahli. Jadi begitu lulus, tak akan lagi canggung bekerja. Apalagi jika tempat magang adalah calon tempat kerjanya,” katanya.

Direktur SDM dan Hukum PT Semen Indonesia (Persero) Tbk Agung Yananto mengatakan lulusan akademi komunitas setara diploma II. Yang dicetak adalah lulusan siap kerja.

“AKSI Rembang bekerjasama dengan 15 anak perusahaan PT Semen Indonesia, sehingga lulusan akan bisa disalurkan ke sana. Selama belajar, mereka juga disediai laboratorium berupa industri semen BUMN di Rembang,” katanya.

Akademi Komunitas SI di Rembang memanfaatkan bangunan milik Pemkab Rembang di Kantor DPMPTSP-Naker setempat di bilangan Jalan Pemuda, sebagai kerjasama di bidang pengembangan pendidikan.

“Tanah bangunan milik Pemkab. Satu bentuk kerjasama. Dukungan pendanaan selama lima tahun dan lima tahun berikutnya dari Manajemen PT SI,” terang Ketua Pengurus SI Foundation Susetyo Koeswandi.

Direktur AKSI Rembang Moh Sugiharyadi mengatakan, penerimaan mahasiswa baru hingga bulan Agustus 2017. Mahasiswa yang dibutuhkan sebanyak 90 orang untuk tiga jurusan, yaitu Teknik Operasi Mesin (TOM), Teknik Perawatan Mesin (TPM), dan Otomasi Perkantoran (OPK).

“Jadi tiap jurusan 30 orang. Biar efektif. Sampai saat ini, kami sudah menerima pendaftaran 40 calon mahasiswa. Kami yakin peminatnya cukup banyak. Namun pendaftaran kami tutup Agustus karena perkuliahan akan dimulai September 2017. Mayoritas dosen dari Rembang,” katanya.

 

Penulis: Pujianto
Editor: Pujianto

Bagikan untuk keluarga Anda!



Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Disclaimer: Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi mataairradio.com. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan