Ajukan Promosi Jabatan, Kemenag Rembang Pastikan Tanpa Jual-Beli Jabatan

Selasa, 19 Maret 2019 | 21:03 WIB

Kepala Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Rembang, Atho’illah Muslim. (Foto: mataairradio.com)

 

 

REMBANG, mataairradio.com – Kepala Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Rembang, Atho’illah Muslim mengungkapkan, pada tahun 2019 ini, pihak Kemenag telah mengajukan tiga orang pegawainya ke Kemenag Provinsi Jawa Tengah untuk promosi jabatan.

Ia menjelaskan, promosi jabatan dilakukan untuk mengisi kekosongan pada Jabatan Kepala Seksi Haji, lantaran pejabat sebelumnya dimutasi ke Kabupaten Kudus. Saat ditanya daftar nama tiga orang yang dipromosikannya tersebut, Atho’ memilih untuk enggan menyebutkan.

Terkait promosi jabatan, dirinya hanya sebatas mengajukan nama, soal bagaimana proses penentuannya, itu adalah kewenangan Pihak Kemenag Provinsi Jawa Tengah.

“Tahun ini kami mengusulkan di Kemenag Rembang, karena ada kekosongan Kasi Haji. Yang bersangkutan sebelumnya sakit, kemudian diambil sekarang dimutasi di Kudus.

Yang kosong kami sudah usulkan. Kami sifatnya ya mengusulkan saja. Diterima alhamdulillah. Jangan (Daftar nama pejabat yang dopromosikan, red) itu masih sangat rahasia,” ujarnya.

Atho’ mengaku, banyak pihak yang mencoba mendekati dirinya, supaya jabatannya naik, namun dia menegaskan sistem birokrasi di lingkup Kemenag Rembang harus berjalan sebagaimana peraturan yang ada.

Ia menyebutkan, pada seleksi calon aparatur sipil negara tahun 2018 kemarin, ada dua pelamar dari Kabupaten Rembang yang lolos seleksi.

“Sangat banyak (Pihak yang merayu supaya naik jabatan, red.), tetapi kami tidak ada seperi itu (Penyuapan, red.). Kami sampikan di Kementerian Agama Rembang sangat normatif. Kalau lelang jabatan ya lelang, kalau seleksi CPNS ya seleksi,” imbuhnya.

Saat disinggung terkait Operasi Tangkap Tangan (OTT) oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) di Kantor Wilayah Kementerian Agama Jawa Timur, Atho’ menilai, kejadian itu merupakan musibah yang menimpa institusi spesialis agama tersebut.

Muruah Kementerian Agama yang sudah dibangun hingga kini, menjadi rusak dan mencederai kepercayaan masyarakat. Padahal, untuk memulihkan kepercayaan publik kepada Kemenag perlu waktu yang cukup lama.

“Ini (OTT di Kanwil Kemenag Jawa Timur, red.) adalah sebuah musibah yang sangat luar biasa. Kementerian agama yang sudah kita bangun sedemikian rupa, menjadi jatuh. Dan untuk membenahinya sangat sulit, butuh waktu lama. Kepercayaan masyarakat terhadap Kemenag menjadi rusak,” pungkasnya.

 

Penulis: Mukhammad Fadlil
Editor: Mukhammad Fadlil

Bagikan untuk keluarga Anda!



Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Disclaimer: Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi mataairradio.com. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan