Agus ESDM Adukan Bekas Pengacaranya ke Peradi

Kamis, 9 Oktober 2014 | 15:09 WIB
Foto lembar siaran pers bermaterai dan ditandatangai Agus Supriyanto. (Foto:Rif)

Foto lembar siaran pers bermaterai dan ditandatangai Agus Supriyanto. (Foto:Rif)

 

REMBANG, mataairradio.com – Agus Supriyanto alias Agus ESDM mengadukan bekas penasehat hukumnya, Darmawan Budiharto ke Persatuan Advokat Indonesia (Peradi). Agus merasa dirugikan oleh ketidakhadiran Darmawan di beberapa kali persidangan yang dianggapnya penting.

Pada dua lembar siaran pers bermaterai yang diterima mataairradio.com, Kamis (9/10/2014) siang, Darmawan disebut hanya hadir lima kali dari 13 kali proses persidangan. Agus yang Kepala Dinas ESDM Non Aktif ini pun menyebut Darmawan tak membuat nota pembelaan seperti seharusnya dilakukan.

“Saat dibacakan putusan, Darmawan Budiharto juga tidak hadir di persidangan. Hal itu sangatlah keterlaluan dan mempermainkan saya selaku kliennya dan tidak mempunyai etika sebagai advokat,” tulis Agus.

Terpidana dua tahun penjara dan denda Rp50 juta subsider dua bulan kurungan dalam kasus korupsi dana PPID itu menyebut pula tindakan Darmawan ini dirasakan berbeda sejak yang bersangkutan bertemu dengan Bupati Rembang Non-aktif Moch Salim di Pengadilan Tipikor pada 12 Juni 2014.

“(Tindakan Darmawan) bertentangan dengan ketentuan Kode Etik Advokat Indonesia, Pasal 2 yang intinya advokat harus bersikap satria, jujur dalam mempertahankan keadilan dan kebenaran dilandasi moral yang tinggi.

Juga Pasal 4 advokat tidak dibenarkan melepaskan tugas yang dibebankan kepadanya pada saat yang tidak menguntungkan posisi klien,” tulis Agus di bagian akhir siaran pers tersebut.

Agus berharap Peradi segera mengambil langkah-langkah serta penindakan terhadap anggotanya yang diduga telah melakukan pelanggaran kode etik, guna menjaga kehormatan advokat.

Darmawan Budiharto yang dihubungi mataairradio.com secara terpisah mengaku tidak kaget atas aduan Agus Supriyanto ke Peradi. Dia sudah mengetahui aduan ini cukup lama, namun sampai Kamis (8/10/2014) siang, belum ada panggilan terhadapnya untuk diklarifikasi Peradi.

“Aduan ini sangat berlebihan. Kalau boleh saya bilang, ‘ndeso’. Aduan ke Peradi tidak dikonfirmasi ke saya. Tiba-tiba pas sidang pledoi (pembelaan), saya nggak boleh masuk (oleh pihak Keluarga Agus). Ya saya balik kanan. Profesi saya profesi pelayanan. Ada yang puas dan (ada) yang tidak. Wajar,” katanya.

Soal hanya hadir 5 kali dari 13 kali proses persidangan, Darmawan mengatakan, ketidakhadirannya lantaran faktor di luar kemampuan. Pengacara Agus tak hanya dirinya. Lagi pula menurutnya, ketidakhadirannya tak sampai mengakibatkan gagal digelarnya agenda persidangan.

“Semua klien pasti minta diutamakan dan otomatis akhirnya bagi-bagi tugas. Pengacaranya bukan saya saja. Ada yang namanya Pratomo (Hadiwijoyo) dan Indra Wiryawan. Kecuali dengan tidak hadirnya saya, sidang nggak dilaksanakan. Ini sedang tetap jalan kok,” ujarnya.

Mestinya, menurut Darmawan, Agus bersyukur atas putusan yang dijatuhkan oleh Hakim, “mengikuti” yang diberikan kepada Abdul Muttaqin. Soal dirinya yang sempat bertemu dengan Bupati Rembang Non-aktif Moch Salim, Darmawan menyebut itu bohong.

“Saya hanya sebatas bersalaman dengan Salim. Itu pun karena waktu sidang bareng dengan persidangannya Taqin (Abdul Muttaqin, red.). Tidak ada deal khusus. Saya nggak menerima apa-apa dari Salim,” pungkasnya seraya mengaku belum akan mengambil langkah apapun terkait aduan Agus.

 

Penulis: Pujianto
Editor: Pujianto




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Disclaimer: Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi mataairradio.com. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan