Adakan “HAK” Untuk Rangsang Toleransi Antar Masyarakat di Rembang

Minggu, 8 Desember 2019 | 15:13 WIB

Kegiatan Dialog Pemuda Lintas Agama, pada Ahad (8/12/2019) pagi di Aula Gereja Katolik Santo Petrus dan Paulus Kabupaten Rembang. (Foto: mataairradio.com)

REMBANG, mataairradio.com – Dinamika berbangsa di tengah-tengah masyarakat dewasa ini sedang bergejolak.

Hal itu tampak dari berbagai berita yang dimuat oleh sebagian media tentang aksi anarki antar suku, agama, dan ras.

Di Kabupaten Rembang, para pemuda dari lintas agama dan kepercayaan diajak berdialog untuk saling mengenal dan mempererat persaudaraan sesama pemuda bangsa.

Kegiatan Dialog tersebut digelar pada Ahad (8/12/2019) pagi di Aula Gereja Katolik Santo Petrus dan Paulus Kabupaten Rembang.

Ada dua narasumber yang dihadirkan, yakni Kiai Haji Solehudin, Pengasuh Pondok Pesantren Al-Hidayat Lasem dan Romo Martinus Joko Lelono.

Ketua Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Kabupaten Rembang Masyhuri mengatakan, sebagai masyarakat yang berbangsa dan Bernegara Kesatuan Republik Indonesia, seluruh rakyat harus berpegang teguh pada Undang-undang Dasar (UUD) 19945 dan Pancasila.

“Dalam kehidupan kita sebagai bangsa Indonesia, harus berpegang teguh pada UUD dan Pancasila,” ujar Masyhuri.

Salah seorang Romo di Gereja Katolik Santo Petrus dan Paulus Rembang menjelaskan, agama adalah faktor yang paling penting pada manusia untuk dapat berbakti kepada Tuhan dan cinta pada sesamanya.

Namun, menurut Romo tersebut, dewasa ini justru agama dijadikan sebagai senjata oleh orang-orang yang memiliki kepentingan ekonomi, politik, dan juga ideologi.

“Agama menuntun kita untuk bakti kepada Allah dan cinta kepada sesama. Dewasa ini agama menjadi senjata bagi mereka yang memiliki kepetingan ekonomi, politik, dan ideologi,” katanya.

 

Penulis: Mukhammad Fadlil
Editor: Mukhammad Fadlil

Bagikan untuk keluarga Anda!



Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Disclaimer: Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi mataairradio.com. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan