Dua Kecamatan Belum Dipasang Perangkat Absensi Sidik Jari

Thursday, 2 January 2014 | 17:46 WIB
Absensi sidik jari.

Absensi sidik jari untuk PNS Rembang.

SALE, MataAirRadio.net – Dua kecamatan di Kabupaten Rembang belum terpasang perangkat absensi sidik jari. Dua kecamatan itu adalah Sale dan Kaliori. Pegawai negeri sipil di dua institusi itu diabsen masih secara manual.

Camat Sale Kunardi yang dihubungi MataAir Radio dari Rembang mengakui, belum terpasangnya perangkat itu. Dia belum tahu alasan dari Badan Kepegawaian Daerah (BKD) terkait belum dipasangnya perangkat absensi dengan sidik jari.

Hanya dia menduga, hal itu berkaitan dengan sinyal dan jaringan komunikasi yang lemah di wilayahnya. Kunardi akan mengonfirmasi alasan pastinya ke BKD pada Jumat (3/1) ini. Meski belum akan diterapkan absensi elektronik, 12 PNS di jajarannya akan tetap diabsen secara manual. Mestinya, absensi elektronik bisa menekan angka PNS bolos.

Mulai Januari ini, Pemerintah Kabupaten Rembang menerapkan absensi sidik jari. Ada 31 perangkat finger print yang dipasang di 29 kantor satuan kerja perangkat daerah atau SKPD.

Dari pantauan MataAir Radio, belum semua perangkat sidik jari, siap dioperasionalkan. Padahal, pada Kamis (2/1) pagi, sebagian besar SKPD sudah menerapkan absensi sistem elektronik.

Kepala Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kabupaten Rembang HM Daenuri mengaku belum mendapat perintah pengaktifan absensi sidik jari, sehingga masih manual. Ia mengakui, perangkat finger print sudah terpasang dan sidik jari dari semua pegawai sudah direkam. Dia mempertanyakan masa efektif pemberlakuan absensi model baru ini.

Kepala Badan Kepegawaian Daerah Kabupaten Rembang Suparmin menyebut ada 10 titik perangkat absensi sidik jari yang belum optimal pada Kamis (2/1) ini. Selain di Dinas Kependudukan, juga di Dinas Sosial, Dinas Perhubungan, Dinas Pekerjaan Umum, Dinas Kelautan, BPBD, Kecamatan Lasem, dan Kecamatan Pamotan.

Soal dua kecamatan yang belum terpasang, memang terkendala jaringan. Pihaknya masih dalam pengupayaan. Suparmin menambahkan, pada 13 Januari nanti, semua operator absensi sidik jari akan diundang untuk pelatihan. (Pujianto)




One comment
  1. rustami

    January 2, 2014 at 9:23 pm

    PARMIN meneh.. parmin meneh si Eksekutor JUAL BELI CPNS 2009 yang diberi hadiah oleh juragannya jadi Ketua BKD. He Parmin ingat pegawai itu punya Hak dan Kewajiban! Sampai detik ini HANYA PEMKAB Rembang yang tidak memberi INSENTIF SEPERSENPUN kepada PNSnya. Semua Pemkab di Indonesia sudah memberikan insentif yang besar- kecilnya disesuaikan dengan kemampuan daerah. TAPI SAMPAI DETIK PEMKAB REMBANG TDK MEMBERIKAN HAK-HAK PNS TSB!!! Para Pejabat hanya berpikir KORUPSI Sebesar-besarnya dari proye-proyek yang ada tanpa berpikir kesejahteraan anah buahnya. Mereka para atasan semakin besar nilai proyek semakin banyak bisa krorupsi tapi hak PNS diambil dan dikorupsinya lewat proyek-proyek yang ada.

    INGAT SEPERTI GAJI BULAN INI YANG TIDAK TERBAYAR TEPAT WAKTU, TGL dan harus MOLOR itu membutikan bahwa ada yang TDK BERES dengan para pimpinan di Rembang. Gaji itu hak pegawai yang harus diterima tepat waktu. tapi mengapa hari molor! PEMIMPIN KORUPSI MEMANG TDK akan memikirkan anak buah dan daerahnya, yang dipikir hanya dirinya sendiri dan kroninya. Mereka para koruptor tidak akan kelaparan tidak makan gaji selamanya. tapi anak buahnya yang hanya hidup dari gaji akan mendapatkan masalah serius dengangaji molor dan insentif yang tdk pernah diberikan.

    Hai pak GUBERNUR JAteng yang baru, tidakah kau membukan matamu pak Gub dengan situasi carut marut di Rembang???

    Reply

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Disclaimer: Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi mataairradio.com. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan