60 Desa di Rembang Terdampak Kemarau Panjang

Kamis, 13 September 2018 | 13:57 WIB

Ilustrasi bantuan air untuk korban bencana kekeringan di Kabupaten Rembang. (Foto: mataairradio.com)

REMBANG, mataairradio.com – Sebanyak 60-an desa di 12 Kecamatan di Kabupaten Rembang saat ini terdampak kemarau panjang, sehinga suplai air bersih di 60 desa tersebut tersendat.

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Rembang Purwadi Samsi menyebutkan, dari total 14 kecamtaan di Rembang hanya dua kecamatan yang seluruh desanya masih tercukupi air bersih.

“Dua kecamatan itu Kecamatan Sarang dan Kecamatan Sale, sedangkan 12 kecamatan lainnya rata-rata ada empat sampai lima desa yang masyarakatnya mengalami krisis air bersih,” ungkapnya.

Berdasarkan pemetaan daerah yang rawan mengalami kekeringan oleh BPBD Rembang ada sebanyak 90-100 desa di Rembang yang berpotensi mengalami kekeringan.

“Desa yang terakhir kali tercatat mengalami kekeringan yaitu Desa Mlagen Kecamatan Pamotan. Beberapa waktu lalu, pemerintah desanya mengajukan bantuan air bersih ke BPBD,” ujarnya.

Puncak musim kemarau di Rembang menurut Purwadi Samsi akan terjadi pada Oktober mendatang dan diperkirakan berakhir di Bulan Novenber 2018.

“BPBD Rembang sudah bekerjasama dengan beberapa pihak swasta untuk membantu mencukupi kebutuhan air bersih bagi desa yang masyarakatnya terdampak kekeringan,” tandasnya.

Sementara itu, anggaran dana dari Pemerintah Kabupaten Rembang untuk antisipasi kekeringan akibat kemarau panjang sebesar Rp70 juta pada tahun ini diketahui telah habis.

 

Penulis: Mukhammad Fadlil
Editor: Mukhammad Fadlil

Bagikan untuk keluarga Anda!



Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Disclaimer: Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi mataairradio.com. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan