570 Lembaga di Rembang Dikucuri Dana Rp23 Miliar

Rabu, 7 November 2018 | 17:07 WIB

Bupati Rembang, Abdul Hafidz saat memberikan sambutan pada Sosialisasi Dana Hibah dari APBD Perubahan, pada Selasa pagi (06/11/2018), di Aula Kantor Bupati Rembang. (Foto: mataairadio.com)

 

REMBANG, mtaairradio.com – Sebanyak 570 lembaga di Kabupaten Rembang dikucuri dana hibah dari pemerintah setempat sebanyak Rp23 miliar.

Bupati Rembang, Abdul Hafidz menyebutkan, pada APBD perubahan tahun 2018 ini ada 127 lembaga yang akan menerima dana hibah senilai Rp6 milyar lebih.

Sebelumnya, di APBD Perubahan Pemkab Rembang telah menyalurkan dana hibah sebesar Rp17 milyar, untuk 443 lembaga. Dengan demikian dalam kurun waktu setahu pemkab menyalurkan dana hibah sebesar Rp23 milyar lebih untuk 570 lembaga.

Dana hibah tersebut disalurkan, antara lain guna pembangunan madrasah, mushola, masjid, dan gereja.

“Penyaluran dana hibah itu salah satunya juga untuk menepis kabar, adanya anggapan bahwa Pemkab tidak peduli dengan keagamaan,” katanya.

Bupati menambahkan, bantuan yang diberikan Pemkab juga merupakan wujud apresiasi atas kemajuan lembaga pendidikan non-formal yang ada di kabupaten ini.

“Salah satunya dengan memberikan bantuan terhadap, apa yang menjadi kebutuhan lembaga-lembaga, untuk meningkatkan kualitas,” ujarnya.

Bupati mengungkapkan, setiap pengajuan bantuan terhadap lembaga-lembaga, pihaknya akan lebih dulu memverifikasi.

“Itu (Verifikasi, red.) dilakukan untuk menentukan apakah lembaga itu layak diberikan bantuan atau tidak. Selain itu juga untuk menentukan nilai bantuan yang akan disalurkan,” imbuhnya.

Hal itu diungkapkan Bupati saat menggelar sosialisasi dana hibah dari APBD Perubahan, pada Selasa (06/11/2018) pagi, di Aula Kantor Bupati Rembang.

Salah satu perwakilan dari panitia pembangunan masjid di Desa Pasar Banggi Kecamatan Rembang yang menerima dana hibah, Mifta mengaku, pihaknya mengajukan bantuan untuk pembangunan Masjid Al-Mubarok yang ada di desanya.

“Nilai anggaran yang kami butuhkan waktu itu senilai Rp1 miliar lebih. Tapi yang tercantum dalam proposal, sekitar Rp100 juta, dan setelah diverifikasi terealisasi Rp30 juta,” ungkapnya.

 

Penulis: Mukhammad Fadlil
Editor: Mukhammad Fadlil

Bagikan untuk keluarga Anda!



Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Disclaimer: Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi mataairradio.com. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan