48.992 Orang Rawan Jadi Pemilih Bermasalah Pilgub

Senin, 11 September 2017 | 18:14 WIB

Maskot Pilgub Jateng 2018 (Foto: mataairradio.com)

 

REMBANG, mataairradio.com – Sebanyak 48.992 orang di Kabupaten Rembang rawan menjadi pemilih bermasalah pada Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur Jawa Tengah tahun 2018 mendatang.

Pasalnya, mereka itu belum melakukan perekaman untuk keperluan kartu tanda penduduk secara elektronik (e-KTP). Sementara untuk bisa didaftar sebagai pemilih, seorang harus sudah rekam e-KTP.

Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Rembang Minanus Suud mengatakan, seorang yang belum terdaftar sebagai pemilih namun memenuhi syarat sebagai pemilih, memang bisa dilayani dengan surat keterangan.

Namun, menurutnya, surat keterangan pengganti kartu tanda penduduk hanya bisa dikeluarkan apabila yang bersangkutan sudah terekam data e-KTP-nya. Ketentuan ini merupakan aturan baru di Pemilu.

“Mereka yang belum merekam data e-KTP, belum akan masuk dalam daftar penduduk potensial pemilih Pemulu (DP4). Jika belum juga merekam sampai saat pemungutan suara, terancam kehilangan hak pilih,” katanya.

KPU sudah melakukan koordinasi dengan Kepala Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dinpendukcapil) Kabupaten Rembang, meskipun DP4 Pilgub berasal dari Pemerintah Provinsi Jawa Tengah.

“Dalam sebuah rapat koordinasi, Kepala Dinpendukcapil Rembang Pak Daenuri menyampaikan penduduk yang belum melakukan perekaman data e-KTP. Sampai akhir September ini terus didorong merekam,” katanya.

Mereka yang belum melakukan perekaman data e-KTP memiliki alasan beragam, mulai dari yang baru berumur 17 tahun hingga yang sudah lanjut usia dan beranggapan tidak perlu punya e-KTP.

Kepala Dinpendukcapil Kabupaten Rembang Daenuri sebelumnya meminta kepada penduduk yang belum rekaman data e-KTP agar segera melakukannya, meskipun saat ini blangko e-KTP masih langka.

 

Penulis: Pujianto
Editor: Pujianto

Bagikan untuk keluarga Anda!



Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Disclaimer: Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi mataairradio.com. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan