Rencana Penataan Eks Pasar Pamotan Tak Berkembang

Senin, 4 April 2016 | 19:15 WIB
Suasana di kawasan eks Pasar dan Kawedan Pamotan pada Senin 4 April 2016. Kawasan tersebut akan ditata, sehingga lapak pedagang kaki lima akan ditertibkan dan dibangun ruko di atasnya. Foto: Mukhammad Fadlil)

Suasana di kawasan eks Pasar dan Kawedan Pamotan pada Senin 4 April 2016. Kawasan tersebut akan ditata, sehingga lapak pedagang kaki lima akan ditertibkan dan dibangun ruko di atasnya. Foto: Mukhammad Fadlil)

 

PAMOTAN, mataairradio.com – Rencana penataan kawasan eks Pasar dan Kawedanan Pamotan oleh Pemerintah Kabupaten Rembang masih tidak berkembang.

Sebab, belum ada tanda-tanda penertiban kios pedagang kaki lima untuk penataan kawasan itu, setidaknya sampai Senin 4 April ini.

Khoirun Niam, penjual mie ayam di eks Pasar Pamotan menyatakan, belum mendengar lagi kabar perkembangan rencana penataan kawasan ini. Ia mengaku menyambut positif rencana penataan yang akan dilakukan dengan pembongkaran kios PKL dan diganti dengan toko.

“Namun saya berharap agar penataan eks Pasar Pamotan itu, justru tidak membebani pedagang,” katanya.

Ia mengakui, sudah 2 kali sosialisasi penertiban dan penataan kawasan eks Pasar dan Kawedanan Pamotan dilakukan. Bahkan sudah sempat ada gambar rencana penataan.

“Harapan saya juga, agar jika pun ada penataan, ya jangan pada saat ini, karena situasi ekonomi masih sulit,” tandasnya.

Saat sosialisasi pada 23 April 2015, Pemkab Rembang menawarkan 2 opsi penataan, yaitu ditanggung pedagang atau ditanggung pemerintah.

Jika ditanggung pedagang dengan fasilitasi investor, maka harga toko akan berkisar antara Rp46 juta sampai Rp570 juta.

Sementara jika ditanggung Pemkab Rembang, maka harga toko akan berkisar antara Rp26 juta hingga Rp515 juta.

Namun jika ditanggung pemkab, maka pembangunan toko tidak bisa selesai bersamaan karena anggaran penataan akan disesuaikan dengan APBD Kabupaten Rembang.

Roslani, penjual bakso di eks Pasar Pamotan mengakui, antara pemkab, investor, dan pedagang, belum sepakat bulat mengenai opsi penataan. Ia berharap agar penataan dilakukan secara sederhana, sehingga tak membebani pedagang.

“Jika dijual mahal, ya kami akan kalah dari mereka-mereka yang berduit. Terus kami yang orang kecil ini, terus bagaimana,” imbuhnya.

Kepala Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi, dan UMKM Rembang Muntoha ketika dikonfirmasi belum bisa memastikan kelanjutan rencana penataan kawasan eks Pasar dan Kawedanan Pamotan.

“Hambatannya pedagang kaki lima yang belum klir menyetujui penataan,” ujarnya.

Tanah lokasi eks Kantor Kawedanan Pamotan seluas 10.015 meter persegi tercatat sebagai aset Pemkab Rembang.

Begitu pun dengan 3.025 meter persegi tanah eks Pasar Pamotan, merupakan aset pemerintah kabupaten setempat. Dua kawasan itu, kini menampung sekitar 65 pedagang.

 

Penulis: Mukhammad Fadlil/Pujianto
Editor: Pujianto

Bagikan untuk keluarga Anda!



Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Disclaimer: Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi mataairradio.com. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan