Selain Beras, Bulog Diminta Serap Gabah Petani

Kamis, 24 Maret 2016 | 16:55 WIB
Beras untuk keluarga miskin (raskin). (Foto: portalkbr.com)

Beras untuk keluarga miskin (raskin). (Foto: portalkbr.com)

 

REMBANG, mataairradio.com – Perum Bulog Sub-Divisi Regional Pati diminta menyerap gabah dari petani di Kabupaten Rembang, selain melakukan penyerapan beras seperti yang sedang dilakukan hingga Kamis (24/3/2016) ini.

Hal itu agar petani mendapat perlindungan harga gabah tahun ini. Kepala Perum Bulog Sub-Divre Pati Ahmad Kholisun mengatakan, sebenarnya penyerapan dilakukan terhadap beras dan gabah.

“Namun karena fokus kami saat ini masih untuk kebutuhan penyaluran seperti raskin, maka penyerapan diutamakan terhadap beras,” dalihnya.

Selain itu juga karena terbatasnya space atau kapasitas gudang bulog di Rembang yang hanya 4.000 ton. Meski demikian, pihaknya sudah bersiap memulai pengadaan gabah petani melalui mitra kerja.

“Ini kita segera mulai pengadaan lewat satuan kerja atau satker bulog dengan memanfaatkan gudang pihak ketiga karena terbatasnya space pada gudang kami,” terangnya.

Saat berbincang dengan reporter mataairradio, Kholisun juga mengatakan, penyerapan gabah akan dilakukan terhadap gabah kering panen serta gabah kering giling.

“Dalam hal ini, kami juga sudah berkoordinasi dengan pihak kelompok tani nelayan andalan (KTNA) dan penyuluh pertanian,” ujarnya.

Ia membantah, penyerapan gabah petani di Kabupaten Rembang sengaja dibuat dalam pembagian per semester. Artinya, semester pertama, bulog menyerap beras, sedangkan semester kedua, menyerap gabah.

“Penyerapan beras dan gabah dilakukan hampir bersamaan,” tukasnya.

Soal harga gabah yang diserap bulog, untuk gabah kering panen Rp3.700 per kilo. Ketentuannya kadar air maksimal 25 persen dan hampa/kotoran maksimal 10 persen.

“Sementara gabah kering giling Rp4.650 per kilo. Ketentuannya kadar air maksimal 14 persen dan kotoran maksimal 3 persen,” katanya.

Sementara itu, mengenai harga gabah dan beras di pasaran yang masih lebih tinggi daripada harga serapan bulog, Kholisun menganggapnya tidak masalah.

“Seiring musim panen, harga gabah maupun beras di pasaran, akan sepadan dengan harga serapan bulog, bahkan bisa di bawahnya,” tambahnya.

Kholisun mencontohkan, harga beras saat ini saja, di pasaran rata-rata Rp7.800 per kilogram. Namun ia menyebut, harga itu berlaku untuk beras di kualitas yang medium-plus atau cenderung premium.

“Sementara beras yang diserap bulog berderajat sosoh hanya 95 persen dan broken 25 persen,” pungkasnya.

 

Penulis: Pujianto
Editor: Pujianto

Bagikan untuk keluarga Anda!



Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Disclaimer: Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi mataairradio.com. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan