3000 Nelayan Rembang akan Turun Jalan Protes Larangan Cantrang

Jumat, 23 Januari 2015 | 18:58 WIB
Undangan dari Paguyuban Nelayan Pabean Tasikagung Rembang untuk membahas aksi unjuk rasa nelayan terkait pelarangan penggunaan cantrang dan dogol. (Foto: Pujianto)

Undangan dari Paguyuban Nelayan Pabean Tasikagung Rembang untuk membahas aksi unjuk rasa nelayan terkait pelarangan penggunaan cantrang dan dogol. (Foto: Pujianto)

 
REMBANG, mataairradio.com – Sekitar 3000 orang nelayan Rembang akan turun ke jalan pada Rabu 28 Januari mendatang untuk memprotes kebijakan Pemerintah yang melarang penggunaan alat tangkap jenis cantrang dan dogol.

Kebijakan Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti ini dianggap bakal “membunuh” ekonomi nelayan Rembang.

“Kami meminta agar Pemerintah mencabut larangan tersebut, kecuali untuk jaring trawl besar,” ungkap juru bicara nelayan yang tergabung dalam Front Nelayan Bersatu Kabupaten Rembang Sumarlan.

3000 orang yang akan dikerahkan itu bakal mengajak Pemkab Rembang bersatu bersama nelayan, guna mendesak pembatalan penerapan Permen Kelautan dan Perikanan Nomor 2 Tahun 2015.

Hingga Jumat (23/1/2015) siang, sejumlah nelayan diinformasikan masih merapatkan barisan.

Koordinator lapangan untuk aksi Rabu (28/1/2015) depan, Gunadi juga mengatakan, pelarangan penggunaan cantrang dan dogol tidak hanya merugikan nelayan secara langsung, tetapi juga para bakul, buruh bongkar, dan pelaku usaha perikanan.

“Kalau menurut saya, cantrang dan dogol, tidak terlalu merusak lingkungan,” ujarnya.

Menurutnya, mereka yang selama ini mengolah dan mendapatkan hasil dari seratusan kapal cantrang, akan gulung tikar dan menganggur, jika kebijakan itu tetap dipaksakan.

“Karena itu aksi unjuk rasa pada Rabu (28/1/2015) nanti, akan lebih fokus pada protes larangan penggunaan cantrang dan dogol,” tandasnya.

Meski demikian, nelayan juga tetap akan mengangkat protes yang sama terhadap larangan menangkap lobster, kepiting, dan rajungan, jika belum mencapai ukuran tertentu.

Lobster yang panjang karapasnya kurang dari delapan centimeter, kepiting yang kurang dari 15 centimeter, dan rajungan yang kurang dari 10 centimeter, dilarang ditangkap.

Sementara itu, menurut catatan Dinas Kelautan dan Perikanan Rembang, jumlah alat tangkap jenis cantrang di kabupaten ini telah mencapai 272 unit pada 2013, sedangkan dogol mencapai 1.365 unit hingga tahun yang sama.

Selain dua alat tangkap tersebut, masih ada 533 unit purse seine, 19 unit payang, 4.578 unit gill net, 1.977 unit trammel net, 148 unit pancing, dan 503 unit alat tangkap jenis lainnya seperti bubu penangkap rajungan.

Menteri Susi Pudjiastuti menyatakan rela dicopot dari jabatannya sebagai menteri demi pemberlakukan berbagai kebijakan pelarangan tersebut. Di berbagai media, Susi menyebut larangan yang telah diundangkannya ini ditempuh, demi masa depan laut Indonesia.

 

Penulis: Pujianto
Editor: Pujianto

Bagikan untuk keluarga Anda!



Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Disclaimer: Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi mataairradio.com. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan