30 SMP/MTs di Rembang Siap Gelar UNBK

Kamis, 26 Januari 2017 | 15:29 WIB

Kepala Bidang Pembinaan SMP pada Dindikpora Kabupaten Rembang Achmad Solchan, Kamis (26/1/2017). (Foto: Pujianto)

 

REMBANG, mataairradio.com – Sebanyak 30 SMP/MTs di Kabupaten Rembang siap menggelar ujian nasional berbasis komputer (UNBK) pada 2-8 Mei 2017.

Namun tidak semua sekolah itu menggelar UNBK secara mandiri, tetapi sebagian besar masih menumpang di sekolah lain karena belum punya jumlah komputer yang memadai.

Menurut pihak Dinas Pendidikan, Pemuda, dan Olahraga (Dindikpora) Kabupaten Rembang, dari 30 itu, hanya delapan sekolah saja yang siap menggelar UNBK secara mandiri.

“Sedangkan 22 sekolah lainnya menggelar UNBK dengan menumpang di sekolah lain,” ungkap Kepala Bidang Pembinaan SMP pada Dindikpora Kabupaten Rembang Achmad Solchan, Kamis (26/1/2017).

Delapan sekolah yang menggelar UNBK secara mandiri itu SMP Negeri 2 Rembang, SMP OV Slamet Riyadi Rembang, SMP Negeri 1 Lasem, MTs Negeri Pamotan, MTsN Sale, MTsN Sulang, MTsN Sumber, dan MTs Al Anwar Sarang.

“MTs Negeri Lasem sebelumnya sempat akan menggelar UNBK secara mandiri, tetapi akhirnya menumpang di Madrasah Aliyah Negeri Lasem,” terangnya kepada mataairradio.com.

Sementara 22 sekolah yang menggelar UNBK dengan menumpang di sekolah lain di antaranya SMP Negeri 1 dan 2 Kaliori, SMP Negeri 2 dan 3 Lasem, SMP Negeri 1, 4, dan 5 Rembang, SMP Negeri 1 Pamotan, dan SMP Negeri 2 Sale.

Selain itu, juga SMP Negeri 2 Sedan, SMP Adi Sucipto Sale, SMP Al-Yakin Sluke, SMP Hamong Putro Lasem, SMP Muhammadiyah Pamotan dan SMP Muhammadiyah Rembang, serta SMP NU Lasem.

“MTs yang menggelar UNBK tapi nggabung, MTs Negeri Lasem, MTs Al Mubarok Rembang, MTs Muallimin Muallimat, MTs Islamiyah Syafiiyah Gandrirejo Sedan, MTs Riyadlotut Thalabah Sedan, dan MTs Walisongo Kaliori,” urainya.

Solchan mengatakan, sekolah yang tidak menggelar UNBK pada tahun ini, akan melaksanakan ujian nasional dengan menggunakan kertas dan pensil (UNKP) seperti pada tahun-tahun sebelumnya.

“Untuk UNKP, mekanismenya masih seperti tahun-tahun lalu. Naskah soal dikirim dari Pusat ke daerah dengan diambil langsung oleh pihak kabupaten. Secara detail kami menunggu sosialisasi lebih lanjut dari provinsi,” terangnya.

Pada saat sekarang, pihak Dindikpora masih melakukan pendataan dan validasi calon peserta ujian nasional. Data sementara, jumlah peserta ujian nasional pada tahun 2017 sebanyak 9.373 siswa, terdiri atas 4.757 siswa laki-laki dan 4.616 siswa perempuan.

 

Penulis: Pujianto
Editor: Pujianto




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Disclaimer: Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi mataairradio.com. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan