Warga Keluhkan TPS Liar Dekat Sentra Lontong

Wednesday, 20 January 2016 | 19:16 WIB
Tumpukan sampah di tepi Jalan Jolotundo-Japerejo, 300 meter sebelah utara sentra penjualan lontong tuyuhan, yang dikeluhkan warga. (Foto: Mukhammad Fadlil)

Tumpukan sampah di tepi Jalan Jolotundo-Japerejo, 300 meter sebelah utara sentra penjualan lontong tuyuhan, yang dikeluhkan warga. (Foto: Mukhammad Fadlil)

 

LASEM, mataairradio.com – Warga di wilayah Desa Sumbergirang Kecamatan Lasem mengeluhkan pencemaran dari tempat pembuangan sampah di tepi jalan, ruas Japerejo-Jolotundo, dekat dengan sentra penjualan lontong tuyuhan di Desa Tuyuhan-Pancur.

Kasri, warga Dukuh Mahbang Desa Sumbergirang, Rabu (20/1/2016) pagi mengungkapkan, sampah yang menumpuk di tempat pembuangan liar itu berasal dari sisa aktivitas pedagang di banyak toko di Lasem.

“Biasanya sampah diangkut dengan pikap sebelum dibuang di tempat ini, pagi-pagi,” tuturnya.

Aktivitas pembuangan sampah di lahan yang diketahui sebagai tanah bengkok milik Pemerintah Desa Karangturi ini, dinilainya membahayakan. Saat sampah dibakar, asap pembakaran mengganggu pengguna jalan.

“Rawan memicu kecelakaan karena terhalangnya jarak pandang akibat asap pembakaran sampah,” tandasnya.

Warmin, warga lainnya di dukuh setempat membeberkan, aktivitas pembuangan sampah di wilayah itu sudah berlangsung dua tahun ini.

Sampah yang dibuang kebanyakan dari bahan plastik. Meski tampak kumuh dan mencemari lingkungan serta sawah di sekitarnya, pihak desa terkesan cuek.

“Saya tidak mengadu ke pemerintah desa. Nggak bisa. Pasrah saja lah,” katanya.

Para petani termasuk dirinya sebenarnya terganggu oleh tumpukan sampah yang menyumbat saluran irigasi. Namun ia tidak berdaya untuk protes.

“Ya kalau harapan sih agar tempat pembuangan sampah ini ditertibkan agar saluran air lancar lagi; tidak tersumbat sampah,” tegasnya.

Sementara itu, berdasarkan pantauan reporter mataairradio, di wilayah jantung Kecamatan Lasem, kontainer sampah telah ditempatkan di banyak titik, misalnya kompleks pertokoan depan Masjid Agung Lasem, di kawasan Pasar Jolotundo, dan di bagian utara Desa Karangturi.

Namun masih banyak pedagang yang tampak membuang sampah tidak di kontainer itu. Diduga, mereka membuangnya ke tempat pembuangan sampah (TPS) liar di tepi jalan Japerejo-Jolotundo, sekitar 300 meter dari sentra penjualan lontong tuyuhan.

 

Penulis: Mukhammad Fadlil
Editor: Pujianto




Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Disclaimer: Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi mataairradio.com. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan