Lagi, Mengantuk Berujung Petaka di Pantura Kaliori

Jumat, 8 Januari 2016 | 16:24 WIB
Kecelakaan yang melibatkan truk pengangkut es krim dengan trailer bermuatan semen di Jalur Pantura wilayah Desa Tambakagung Kecamatan Kaliori, Jumat (8/1/2016) pagi sekitar pukul 06.00 WIB. (Foto: Pujianto)

Kecelakaan yang melibatkan truk pengangkut es krim dengan trailer bermuatan semen di Jalur Pantura wilayah Desa Tambakagung Kecamatan Kaliori, Jumat (8/1/2016) pagi sekitar pukul 06.00 WIB. (Foto: Pujianto)

 

KALIORI, mataairradio.com – Kasus kecelakaan yang dipicu sopir mengantuk kembali terjadi.

Setelah insiden pikap terjun ke jurang sungai di Landoh Kecamatan Sulang kemarin (7/1/2016), Jumat (8/1/2016) pagi kecelakaan akibat sopir mengantuk terjadi di Jalur Pantura Tambakagung-Kaliori.

Sopir truk boks bermuatan es krim yang melaju dari arah barat diduga mengantuk, sehingga menghantam truk trailer muatan semen yang melaju dari arah berlawanan.

Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa itu, tetapi dua truk rusak parah, sehingga memicu kemacetan sepanjang 1 kilometer.

Kasatlantas Polres Rembang AKP Ahmad Ghifar Al Ahfaqsyi mengaku sempat kesulitan mengevakuasi truk trailer pengangkut semen, karena roda kanan-kiri patah.

Pihaknya terpaksa memberlakukan buka-tutup arus. Kemacetan baru terurai setelah trailer terevakuasi sekitar pukul 09.00 WIB.

“Itu tadi mengantuk. Wajar lah, jam enam pagi. Dia menempuh perjalanan jauh. (Yang mengantuk) sopir boks yang muat es krim tadi,” ungkapnya.

Berdasarkan informasi yang dihimpun, truk muatan es krim bernomor polisi BG 8642 UN dikemudikan oleh Sunarto (39) warga Sempu-Banyuwangi. Ia hanya mengalami luka ringan, meski kepala truk yang disopirinya remuk.

Sementara truk trailer pengangkut semen bernomor polisi H 1752 AA dikemudikan Budi Darmaji (57) warga Warugunung-Pancur, Rembang.

Yang bersangkutan pun luka ringan, meski selain roda depan kanan-kiri, badan truknya juga patah.

Menurut Kasatlantas, Jalur Pantura Tambakagung, tidak tergolong rawan kecelakaan. Daerah “tengkorak”, justru ada di Pantura Purworejo, yang masih wilayah Kaliori.

Ahmad Ghifar menegaskan, kasus kecelakaan di jam sekolah tersebut, lebih dipicu faktor kelalaian sopir atau “human error”.

“Kalau di Tambakagung tadi itu, human error. Faktor manusianya,” tegasnya.

Seusai kejadian kecelakaan tersebut, polisi mengamankan sopir dari masing-masing truk yang terlibat.

Polisi memediasi keduanya dan cenderung menetapkan sopir pengangkut es krim sebagai tersangka kecelakaan yang membuat macet pantura selama lebih dari dua jam tersebut.

 

Penulis: Pujianto
Editor: Pujianto

Bagikan untuk keluarga Anda!



Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Disclaimer: Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi mataairradio.com. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan