Rembang Keberatan Ditarget Tanam Padi 45.143 Hektare

Kamis, 7 Januari 2016 | 16:13 WIB
Tanaman padi petani di Dukuh Bogorejo Desa Karasgede Kecamatan Lasem yang ditanam dengan suluran air dari sumur warga setempat, Selasa (5/1/2016) pagi. (Foto: Mukhammad Fadlil)

Tanaman padi petani di Dukuh Bogorejo Desa Karasgede Kecamatan Lasem yang ditanam dengan suluran air dari sumur warga setempat, Selasa (5/1/2016) pagi. (Foto: Mukhammad Fadlil)

 

REMBANG, mataairradio.com – Dinas Pertanian dan Kehutanan (Distanhut) Rembang keberatan ditarget luas tanam padi 45.143 hektare pada 2016.

Target itu dibebankan oleh Tim Upaya Khusus Peningkatan Produksi Padi, Jagung, dan Kedelai (Pajale) saat rapat koordinasi, Kamis (7/1/2016) pagi.

Kepala Distanhut Rembang Suratmin mengatakan, tahun lalu saja, saat ditarget 43.305 hektare yang tercapai hanya 41.832 hektare.

“Apalagi sampai dengan akhir Desember kemarin, luas tanam padi di Rembang baru 10.098 hektare akibat masih rendahnya tingkat curah hujan,” katanya kepada reporter mataairradio.

Atas keberatan dari Pemkab Rembang itu, Tim Upsus Pajale baru membicarakannya di tingkat provinsi.

Suratmin menegaskan, target itu mustahil dicapai Rembang dengan kondisi cuaca yang cenderung kurang hujan seperti sekarang.

Menurutnya, protes atas target luasan tanam padi itu perlu disampaikan di awal, agar nantinya tidak ada sikap saling menyalahkan.

“Langkah agar target luasan tanam dan produksi padi di Rembang bisa dicapai, sudah maksimal,” katanya mengklaim.

Subadri, perwakilan Tim Upsus Wilayah II Jawa Tengah mengungkapkan, target luas tanaman padi di Rembang pada tahun 2016 naik 2 persen atau 1.838 hektare menjadi 45.143 hektare.

Indeks pertanaman (IP) di Rembang pun katanya perlu ditingkatkan menjadi 2 karena saat ini masih 1,8.

Ia mengaku mendapat laporan, bahwa dari target luas tanam padi periode Oktober-Desember 2015 yang 36.000 hektare, baru tercapai kurang dari separuhnya atau baru 10.098 hektare.

“Kami berharap agar kekurangan ini dipenuhi pada Januari-Maret 2016,” pungkasnya sembari meminta para mantri tani giat memberi laporan.

 

Penulis: Pujianto
Editor: Pujianto

Bagikan untuk keluarga Anda!



Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Disclaimer: Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi mataairradio.com. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan