KBR Belum Efektif Tekan Lahan Kritis Rembang

Rabu, 6 Januari 2016 | 16:21 WIB
Ilustrasi aktivitas tambang. (Foto: mataairradio.com)

Ilustrasi aktivitas tambang. (Foto: mataairradio.com)

 

REMBANG, mataairradio.com – Program kebun bibit rakyat dari Kementerian Kehutanan belum efektif menekan jumlah luasan lahan kritis di wilayah Kabupaten Rembang.

Pasalnya, sejak program itu digulirkan tahun 2010, hingga 6 Januari ini, luasan lahan kritis di Rembang masih ribuan hektare.

Kepala Bidang Kehutanan pada Dinas Pertanian dan Kehutanan Kabupaten Rembang Prasetyo mengatakan, selama lima tahun ada 98 unit kebun bibit rakyat yang diasumsikan mengkaver sekitar 3.920 hektare lahan kritis.

“Satu unit KBR mengembangkan 40.000 tanaman. Asumsinya bisa untuk 40 hektare,” terangnya.

Namun hingga 2015, luasan lahan kritis masih sekitar 6.072 hektare.

Prasetyo tidak menjelaskan kenapa lahan kritis masih sebegitu luas, sedangkan program KBR hampir selalu ada tiap tahun.

Ia cuma menyebut lahan kritis adalah lahan yang mengalami kerusakan sehingga kehilangan atau berkurang fungsinya, misalnya akibat dibiarkan menganggur oleh warga.

Yang jelas, pada tahun ini, Bidang Kehutanan kembali mengucurkan program serupa untuk lima kelompok yang tersebar di tiga kecamatan.

5 unit KBR tahun 2016 itu menurut Prasetyo masing-masing di Desa Woro, Tegalmulyo, dan Balongmulyo-Kragan, Dadapan-Sedan, dan Dowan-Gunem.

“Tahun 2016 ada lagi (bantuan KBR) untuk 5 kelompok yang tersebar di tiga kecamatan,” bebernya.

Sementara itu, secara terperinci, Prasetyo menyebutkan lahan kritis di Rembang terbagi atas lahan dengan kondisi sangat kritis 162 hektare, kritis 364 hektare, dan agak kritis 5.546 hektare.

Selain itu pun, menurut Prasetyo, ada 16.000 hektare lahan yang masih berpotensi kritis di Rembang.

Indikator lahan kritis katanya bisa dilihat dari tingkat erosi tanah, tingkat pengelolaan masyarakat, penutupan tajuk atau tanaman, dan kandungan air dalam tanah.

Masyarakat yang ingin terlibat dalam penyelamatan lahan kritis menurutnya dipersilakan berkoordinasi dengan dinas setempat.

 

Penulis: Mukhammad Fadlil
Editor: Pujianto

Bagikan untuk keluarga Anda!



Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Disclaimer: Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi mataairradio.com. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan