Banjir Pelancong Karangjahe Merambah Rumah Warga

Sabtu, 2 Januari 2016 | 16:37 WIB
Situasi akses masuk ke Pantai Karangjahe di Desa Punjulharjo Kecamatan Rembang, Jumat (1/1/2016) siang. (Foto: Mukhammad Fadlil)

Situasi akses masuk ke Pantai Karangjahe di Desa Punjulharjo Kecamatan Rembang, Jumat (1/1/2016) siang. (Foto: Mukhammad Fadlil)

 

REMBANG, mataairradio.com – Tingkat pelancong di objek wisata Pantai Karangjahe di Desa Punjulharjo Kecamatan Rembang membanjir sepanjang musim liburan.

Sejak libur Maulid Nabi hingga penghujung liburan, Sabtu (2/1/2016) ini, pengunjung masih memadati pantai unggulan Rembang ini.

Dana Pratama, salah seorang pengelola Pantai Karangjahe mengaku kewalahan mengatur parkir kendaraan para pengunjung, karena lahan parkir yang tersedia kurang begitu memadai.

“Kalau mobil kita arahkan agar diparkir di luar pantai; di rumah-rumah warga. Sejak libur Maulid Nabi tanggal 24 (Desember) kemarin ramai terus sampai sekarang. Mungkin sampai besok; hari terakhir libur sekolah,” katanya.

Banjir pelancong di Karangjahe dirasakan oleh Binuka Surjonugroho, Kepala Satuan Sabhara Polres Rembang. Menurutnya, banyaknya pengunjung yang keluar-masuk objek wisata, membuat penumpukan wisatawan tak terhindarkan.

“Kemarin (1/1/2016) itu bahkan sempat macet karena aksesnya sini kan sempat,” katanya saat ditemui di sela pengamanan objek wisata pantai ini.

Ia pun sempat mengarahkan sebagian pengunjung untuk melancong ke objek wisata pantai lainnya seperti Pantai Caruban. Tetapi arahan tersebut tak sepenuhnya digubris karena penumpukan masih saja terjadi, bahkan sampai tepi Jalan Pantura.

“Kami kemarin juga sempat memberlakukan buka-tutup arus. Sebelum jumatan kita tutup dan baru kita buka lagi selepas jumatan, agar tidak ada penumpukan pengunjung secara lebih parah,” tandasnya.

Sementara itu, Yoto salah seorang pengunjung dari Kecamatan Bulu yang datang bersama keluarganya mengaku, mengetahui tempat wisata itu dari anaknya.

“Saya tahu pantai ini dari anak. (Daya tarik dari Karangjahe) Ya karena pantainya berpasir putih dan udaranya sejuk serta pohon-pohon cemaranya indah,” ujarnya.

Apalagi untuk masuk ke objek wisata tersebut, pengunjung cukup membayar parkir Rp3.000 untuk sepeda motor dan Rp5.000 untuk mobil pribadi serta Rp10.000-20.000 untuk minibus dan bus.

Selain Yoto, pengunjung pantai itu tampak juga dari luar kota, bahkan Jakarta dan Banten.

 

Penulis: Mukhammad Fadlil
Editor: Pujianto

Bagikan untuk keluarga Anda!



Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Disclaimer: Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi mataairradio.com. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan