Warga Masih Butuh, Pemkab Setop Bantuan Air

Selasa, 8 Desember 2015 | 14:39 WIB
Pjs Bupati Rembang ketika terjun langsung di Desa Pranti Kecamatan Sulang, Senin (18/8/2015) pagi. (Foto: mataairrradio.com)

Pjs Bupati Rembang ketika terjun langsung di Desa Pranti Kecamatan Sulang, Senin (18/8/2015) pagi. (Foto: mataairrradio.com)

 

REMBANG, mataairradio.com – Warga di sejumlah desa di Kecamatan Sumber terpantau masih krisis air bersih, meskipun hujan sudah turun cukup sering akhir-akhir ini.

Namun ironinya, Pemkab Rembang sudah menyatakan menyetop bantuan air bersih.

Kepala Desa Kedungtulup Kecamatan Sumber Tugimin, Selasa (8/12/2015) pagi menyebutkan, ada sekitar 250 keluarga yang masih krisis air, meski hujan mulai turun.

Selama kemarau, ratusan keluarga di Kedungtulup memenuhi kebutuhan air dari pamsimas desa dan bantuan dari Pemerintah.

“Kami berharap, Pemkab Rembang tidak menyetop dulu bantuan air bersih. Sebab, jika pun hujan kini turun dengan intensitas sering, sumber air di desanya baru akan normal pada awal Januari nanti,” ujarnya.

Kades menegaskan, kini sumur-sumur warga masih belum keluar airnya.

Ahmad Makruf, Kepala Seksi Logistik dan Kedaruratan pada Badan Penanggulangan Bencara Daerah Kabupaten Rembang menyatakan menyetop bantuan air bersih di antaranya karena hujan sudah turun secara merata.

“Selain itu, juga karena dana untuk mengkaver bantuan air, sudah habis,” ungkapnya.

Pihaknya sudah mengontak tiap kecamatan mengenai penghentian bantuan air bersih. Makruf juga menyatakan, BPBD tidak bisa memakai dana tak tersangka, untuk tetap memberikan bantuan kepada warga yang masih krisis air.

“Hal itu berkaitan antara lain dengan SPj anggaran,” terangnya.

Ia menjelaskan, pertanggungjawaban pelaksanaan anggaran mesti diproses sejak pertengahan bulan Desember, sehingga jika jadi memakai dana tak tersangka, waktu pelaporan menjadi terlalu mepet.

“Lagi pula, curah hujan saat ini, sudah cukup membantu warga,” tegasnya.

Pada tahun 2015, BPBD mengeluarkan total anggaran Rp360 juta untuk keperluan distribusi bantuan air bersih.

Anggaran tersebut sudah habis per 30 November lalu. Pihak BPBD kini sudah secara resmi memutus nota kesepahaman atau MoU dengan PDAM, dalam hal penyediaan air bersih untuk bantuan.

 

Penulis: Pujianto
Editor: Pujianto




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Disclaimer: Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi mataairradio.com. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan