28 Maret, Nelayan Rembang Demo Lagi Menteri Susi

Sabtu, 26 Maret 2016 | 16:25 WIB
Ribuan nelayan membentangkan spanduk menentang kebijakan Menteri Kelautan dan Perikanan, Rabu (28/01/2015). (Foto: Wahyu Salvana)

Ribuan nelayan membentangkan spanduk menentang kebijakan Menteri Kelautan dan Perikanan, Rabu (28/01/2015). (Foto: Wahyu Salvana)

 

REMBANG, mataairradio.com – Nelayan di Kabupaten Rembang akan kembali melakukan demonstrasi menentang kebijakan Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti yang melarang penggunaan alat tangkap jenis cantrang.

“Demonstrasi akan dilakukan pada Senin 28 Maret nanti,” beber Ketua Front Nelayan Bersatu Rembang Suyoto, Sabtu (26/3/2016) siang.

Ia juga mengungkapkan, demonstrasi akan dilakukan secara damai mulai sekitar pukul 08.00 WIB. Massa yang menurutnya akan sebanyak 2.000-3.000 orang, akan bergerak dari kawasan TPI Tasikagung Kecamatan Rembang.

“Dari TPI, massa akan diarahkan berjalan ke barat menuju kawasan Pelabuhan Tasikagung untuk selanjutnya mengarah ke Jalan Pantura dan pawai ke timur dengan berjalan kaki, sehingga akan berkumpul di Bundaran Adipura, depan Kantor DPRD Rembang,” ungkapnya.

Suyoto menyebutkan, selain nelayan, mereka yang akan ikut berunjuk rasa nanti adalah para istri nelayan dan para pekerja perikanan di Kabupaten Rembang.

Menurutnya, tuntutan nelayan hanya satu yaitu agar Menteri Susi Pudjiastuti turun dari jabatannya dan melegalkan cantrang.

“Tuntutannya satu. Turunkan Menteri Susi dan kembalikan hak kami (cantrang dilegalkan),” katanya.

Nelayan mengklaim alat tangkap tersebut tidak merusak lingkungan berdasarkan uji petik di Tegal, baru-baru ini.

Nelayan pun mengklaim cantrang tidak tergolong pukat atau trawl, sedangkan Menteri Susi mengategorikan cantrang sebagai pukat atau trawl yang perlu diberantas.

Soal potensi aksi demonstrasi berlangsung anarkhistis, sebagaimana unjuk rasa para sopir taksi di Jakarta, Suyoto menjamin nelayan Rembang tak akan sampai brutal.

“Bahkan kalau pun sampai menutup akses Jalur Pantura, kami tidak akan sampai pada taraf banyak merugikan orang lain,” tegasnya.

Nelayan Rembang tercatat sudah tiga kali melakukan unjuk rasa berskala besar, yakni pada 28 Januari dan 2 Maret 2015 di Rembang dan ngeluruk ke Jakarta pada Kamis 26 Februari 2015.

Aksi unjuk rasa pada 28 Maret nanti itu sebenarnya pernah dijadwalkan berlangsung pada 14 Maret lalu, tetapi batal tanpa ada alasan yang jelas.

Sempat juga tersiar bahwa unjuk rasa akan digelar saat bertepatan dengan Hari Nelayan 6 April mendatang, tetapi juga dibatalkan.

Hanya saja meski kebijakannya diprotes, di berbagai media nasional, Menteri Susi tidak akan mencabut larangan itu demi kelestarian laut.

Susi memang sempat memberikan isyarat setuju dengan moratorium larangan penggunaan cantrang, tetapi tidak untuk mencabut peraturannya.

 

Penulis: Pujianto
Editor: Pujianto

Bagikan untuk keluarga Anda!



Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Disclaimer: Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi mataairradio.com. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan