2 Haji Rembang Tertinggal Pulang ke Tanah Air

Senin, 5 Oktober 2015 | 17:39 WIB
Jemaah haji asal Kloter 17 Rembang tiba di Gedung Haji Rembang, Senin (5/10/2015) siang. (Foto: Pujianto)

Jemaah haji asal Kloter 17 Rembang tiba di Gedung Haji Rembang, Senin (5/10/2015) siang. (Foto: Pujianto)

 
REMBANG, mataairradio.com – Dua orang haji asal Kecamatan Kaliori Kabupaten Rembang tertinggal pulang dari Mekkah, Arab Saudi ke Tanah Air. Kedua orang haji itu semestinya tergabung dengan jemaah haji di Kloter 18 yang tiba di Rembang pada Senin (5/10/2015) malam.

Menurut Kepala Seksi Penyelenggara Haji dan Umroh pada Kantor Kementerian Agama Rembang Shalehudin, 2 orang haji yang tertinggal ini merupakan suami-istri dari Desa Dresi Kulon, Ngarpani Warijan dan Rusmi Saridin.

“Tapi mereka dipastikan pulang bareng Kloter 24 asal Bantul, DIY,” ungkapnya kepada mataairradio.

Shalehudin mengungkapkan, Kloter 24 Bantul diperkirakan tiba di Debarkasi Haji Donohudan pada Rabu 7 Oktober nanti. Meski tertinggal dari Kloter 18, Kemenag Rembang memastikan akan mendampingi kepulangan keduanya ke Rembang.

“Kepulangan keduanya dijemput oleh pihak keluarga, tapi kami akan mendampingi,” terangnya.

Ngarpani dan Rusmi, sebelumnya juga tertinggal berangkat ke Tanah Suci bareng kelompok terbang yang seharusnya, 18, karena sakit. Saat itu Rusmi sakit, sehingga Ngarpani memilih menunggui sang istri sampai kondisinya pulih dan siap terbang.

Jemaah haji Rembang tiba di kabupaten ini secara bergelombang. Kloter 16, memuat 108 orang haji, datang pertama di Gedung Haji Rembang kira-kira pukul 07.00 WIB.

Disusul Kloter 17 yang memuat 353 orang haji, tiba di Rembang kira-kira pukul 12.15 WIB. Sementara Kloter 18, yang memuat 258 orang haji, baru tiba di Rembang pada malam harinya.

“Ada 1 orang haji di Kloter 16 dan 4 orang haji di Kloter 17 yang sempat mengalami sakit akibat kelelahan saat mendarat, tetapi akhirnya tetap bisa pulang bareng,” tambahnya.

Pelaksanaan ibadah haji tahun ini diwarnai beberapa musibah. Yang pertama musibah robohnya crane di kompleks Masjidil Haram dan insiden lempar jumroh di Mina. Dari dua insiden tersebut, lebih dari 800 orang jemaah haji dari sejumlah Negara, termasuk Indonesia meninggal dunia.

Eny Nuryati, salah seorang anggota jemaah haji asal Kelurahan Magersari Kecamatan Rembang di akun sosial media, facebook, mengucapkan syukur karena bisa kembali berkumpul dengan keluarga. Mereka yang menjalin pertemanan pun mengirim doa agar menjadi haji yang mabrur.

 

Penulis: Pujianto
Editor: Pujianto

Bagikan untuk keluarga Anda!



Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Disclaimer: Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi mataairradio.com. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan