18 Kilometer Pipa PDAM Rembang Mendesak Digeser

Rabu, 29 Oktober 2014 | 18:29 WIB
Ilustrasi: Perbaikan Pipa PDAM. (Sumber: Radio Pasuruan)

Ilustrasi: Perbaikan Pipa PDAM. (Sumber: Radio Pasuruan)

PAMOTAN, mataairradio.com – Sekitar 18 kilometer jaringan pipa milik perusahaan daerah air minum mulai Pamotan hingga Rembang mendesak digeser karena terkena dampak pelebaran jalan. Saat sekarang, jaringan pipa PDAM yang disebut telah berusia tua itu, terpendam di bagian jalan.

“Harus kita geser memang, agar tidak di bahu jalan atau keluar dari jalan raya. Lagi pula umur teknis pipa sudah tua. Kalau terjadi kerusakan seperti bocor, kita akan menjadi kesulitan memperbaiki,” ungkap Suroso, Kepala Bagian Teknik PDAM Rembang kepada mataairradio.com, Rabu (29/10/2014) pagi.

Menurutnya, penggeseran jaringan pipa menjadi keluar dari jalan raya, menjadi tanggung jawab dari PDAM. Namun mengingat kemampuan keuangan saat ini, pihaknya berharap Pemkab Rembang turun tangan melalui APBD. Suroso tidak menyebutkan, estimasi anggaran yang diperlukan untuk keperluan itu.

“Dari panjang jaringan PDAM yang 18 kilometer itu, baru-baru ini kami hanya sanggup menggeser sekitar 700 meter saja. Itu karena jaringan pipa PDAM, sudah masuk nyaris melintang di jalan. Kalau tidak kami geser, maka ketika ada perbaikan pipa, akan menganggu aktivitas pengguna jalan,” tandasnya.

Suroso juga mengatakan, penggantian pipa pada jaringan 18 kilometer itu, mendesak pula dilakukan, mengingat adanya rencana penambahan area cakupan pelanggan di wilayah timur dan tengah Kabupaten Rembang.

“Kami benar-benar masih terkendala anggaran untuk (penggantian jaringan pipa yang berumur tua) itu. Sementara, ada rencana untuk menambah cakupan pelanggan seiring rencana pemanfaatan debit dari Embung Panohan,” katanya.

 

Penulis: Pujianto
Editor: Pujianto

Bagikan untuk keluarga Anda!



Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Disclaimer: Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi mataairradio.com. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan