17 Tahun, Pengajian Tafsir Al-Ibriz Khatam

Sabtu, 12 Mei 2018 | 08:51 WIB

KH Ahmad Mustofa Bisri (paling kanan) saat khataman kitab tafsir Al Quran, Al-Ibriz, di halaman Pesantren Raudlatut Thalibin Leteh Rembang, Jumat (11/5/2018). (Foto: mataairradio.com)

 

REMBANG, mataairradio.com – Pengajian kitab tafsir Al Quran Al-Ibriz di Pesantren Raudlatut Thalibin Leteh, Rembang, khatam, Jumat (11/5/2018) siang.

Pengajian yang digelar rutin tiap Jumat ini khatam setelah 17 tahun.

Khataman merupakan yang kedua selepas penulisnya, Kiai Bisri Mustofa, wafat pada 1977.

Kiai Ahmad Mustofa Bisri atau yang akrab disapa Gus Mus, salah seorang putra Kiai Bisri Mustofa yang mengampu pengajian kitab tafsir ini sejak 1978.

Tampak ribuan orang dari berbagai daerah dan kalangan, mulai pejabat hingga masyarakat biasa, memadati halaman pesantren.

Di antara hadirin adalah para pemuka daerah setempat seperti Kapolres Rembang AKBP Pungky Bhuana Santoso.

Di bagian depan, tampak pengasuh pesantren sekaligus pengampu Kitab Al-Ibriz Kiai Ahmad Mustofa Bisri, Kiai Yahya Cholil Staquf, dan Kiai Syarofuddin Ismail Qoimas.

Tampak pula Kiai Chazim Mabrur, Kiai Chatib Mabrur, Kiai Makin Shoimuri, dan Kiai Najib.

Ketua Panitia Khataman Kitab Al-Ibriz Suyoto Zuhdi mengatakan, jemaah yang mengikuti khataman di luar perkiraan.

“Membeludak ini. Kita estimasikan 3.000 hadirin, ternyata lebih,” katanya.

Menurutnya, selama 17 tahun mengaji Kitab Al-Ibriz, terkadang pengampu, Gus Mus, berhalangan.

“Kalau berhalangan, biasanya badal (wakil) ke Kiai Syarof (Syarofuddin Ismail Qoimas),” terangnya.

Setelah khatam, ia mengaku belum tahu, mulai kapan kitab ini dikaji lagi.

“Bila ngajinya sudah khatam, biasanya diulang dari awal,” imbuhnya.

Doa khataman berlangsung khusyu. Para kiai berdoa silih berganti. Ditutup oleh Gus Mus.

Setiap jemaah mendapat kenang-kenangan dari khataman pengajian Al-Ibriz berupa buku berisi keutamaan dan adab membaca Al Quran serta sejumlah amalan.

 

Penulis: Mukhammad Fadlil
Editor: Pujianto

Bagikan untuk keluarga Anda!



Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Disclaimer: Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi mataairradio.com. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan