17 Pekerjaan Bermasalah, BPK Minta Kerugian Negara Dikembalikan

Selasa, 3 Juli 2018 | 00:35 WIB

Trotoar rusak di kawasan Jalan Soetomo Rembang. (Foto: mataairradio.com)

 

REMBANG, mataairradio.com – Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) menemukan 17 pekerjaan bermasalah saat melakukan audit rutin di lingkup Pemerintah Kabupaten Rembang.

Permasalahan yang ditemukan berupa kelebihan pembayaran. BPK kemudian meminta agar kerugian negara itu dikembalikan ke kas daerah.

Dikonfirmasi mengenai hal ini, Bupati Rembang Abdul Hafidz mengatakan, rekanan sudah diminta untuk mengembalikan kerugian negara itu.

Menurutnya, sebagian rekanan sudah mengembalikan, sedangkan sebagian lainnya belum.

“BPK memberikan waktu dua bulan atau hingga akhir Agustus mendatang untuk mengembalikan kelebihan dari pembayaran proyek,” jelasnya.

Ditanya soal mengapa kelebihan pembayaran proyek bisa terjadi, Bupati menyebutnya sebagai hal yang wajar karena tidak ada unsur kesengajaan.

“Kelebihan pembayaran, bisa terjadi akibat kelalaian dan ketidakselarasan antara penyedia jasa dengan dokumen perencanaan,” terangnya.

Ia menganggap kejadian semacam itu tergantung pada komitmen penyedia jasa dalam pelaksanaan pekerjaan, sehingga yang demikian tidak perlu dievaluasi.

“Sebab semua proyek memiliki dokumen perencanaan dan administrasi,” ujarnya, Senin (2/7/2018) pagi.

Sementara itu, total kerugian negara dari 17 proyek bermasalah yang dikerjakan dengan APBD 2017 itu mencapai miliaran rupiah.

Dari penelusuran mataairradio, yang terungkap pengembaliannya di antaranya penataan trotoar di Rembang Kota Rp96,8 juta.

Kemudian proyek Jalan Sulang-Sumber Rp557,7 juta, Jalan Japerejo-Banyurip Rp217,9 juta, dan Jalan Sendangagung-Segoromulyo Rp141 juta.

Lalu, pengadaan batik ASN Rp600 juta serta pengadaan makanan dan minuman di Dinsos PPKB Rp200 juta dan di BPPKAD Rp72,6 juta.

Terakhir, pengadaan alat tulis di BPPKAD Rp43,4 juta dan retribusi dari Pasar Sedan yang belum disetor Rp257,7 juta.

Masih ada pekerjaan bermasalah lainnya namun belum diketahui nilai kerugian negara yang mesti dikembalikan di antaranya dari proyek pemeliharaan trotoar di Kecamatan Pamotan.

Selain itu, juga dari proyek peningkatan Jalan Krikilan-Ronggomulyo-Logede, pembangunan jalan menuju objek wisata Pantai Karangjahe, dan peningkatan Jalan Japerejo-Banyurip.

 

Penulis: Mukhammad Fadlil

Editor: Pujianto

Bagikan untuk keluarga Anda!



Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Disclaimer: Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi mataairradio.com. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan