17 Ibu di Rembang Meninggal Setelah Melahirkan

Senin, 25 Agustus 2014 | 14:44 WIB

Inkubator bayi di RSUD R Sutrasno Rembang. (Foto:manteb.com)
REMBANG, MataAirRadio.net – Angka kematian ibu dan bayi di Kabupaten Rembang masih cukup tinggi sepanjang tahun lalu. Ada 17 orang ibu yang meninggal dunia setelah melahirkan anaknya. Tingginya angka kematian ibu ini terungkap pada rapat kerja kesehatan daerah di Lantai IV Gedung Setda Rembang, Senin (25/8) pagi.

Plt Bupati Rembang Abdul Hafidz menjelaskan, angka kematian ibu di kabupaten ini masih cukup tinggi, karena mestinya tidak lebih dari sembilan kasus. Ia juga mengungkapkan, tingginya angka kematian ibu tidak diikuti oleh tingginya angka kematian bayi.

Disebutkannya, angka kematian bayi di Kabupaten Rembang hanya sekitar 17 per 1.000 kelahiran hidup, sedangkan target nasional 19 per 1.000. Namun angka kematian bayi ini belum mencapai target Dinas Kesehatan Rembang yang sekitar 12 per 1.000. Apalagi juga tercatat, 21 kasus balita gizi buruk.

Plt Bupati tidak menyebutkan penyebab masih tingginya angka kematian ibu dan bayi di Kabupaten Rembang. Namun dia menyatakan, derajat kesehatan masih perlu ditingkatkan. Demikian pula dengan sarana dan prasarana kesehatan di level bawah, seperti puskesmas.

Dalam rapat yang dihadiri 160 orang dari institusi kesehatan dan masyarakat ini, Plt Bupati juga meminta peningkatan promosi kesehatan dan kelembagaan kepada masyarakat. Hafidz pun mengakui diperlukannya penataan jaminan kesehatan daerah atau JKRS di Kabupaten Rembang.

Mengenai jumlah jenis dan tenaga kesehatan, Plt Bupati menyebut perlu ditambah, namun tidak disebutkan kondisi mereka saat ini. Soal gizi, dia berjanji untuk lebih memperhatikannya demi menekan tingkat kesakitan dan kejadian luar biasa atas sebuah penyakit.

Sementara itu, pada rapat kerja yang akan berlangsung dua hari atau hingga 26 Agustus ini, hadir Direktur Jenderal Bina Gizi dan KIA pada Kementerian Kesehatan dokter Anung Sugiyantono. Sebelum menjabat sebagai Dirjen, Anung pernah bertugas selama belasan tahun di Rembang sejak 1986.

Dia dulu menjabat sebagai Kepala Puskesmas Pancur, Sumber, dan Sarang. Dalam kesempatan tersebut, Anung juga menyoroti persoalan angka kematian ibu dan bayi di Indonesia. Dia berharap dalam waktu setahun ke depan, angka kematian ibu dan bayi bisa mencapai Millennium Development Goals atau MDGs 2015. (Pujianto)

Bagikan untuk keluarga Anda!



Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Disclaimer: Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi mataairradio.com. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan